Monday, 27 February 2017

Hanura: Hanya di Indonesia Jenazah dapat Ancaman

Jakarta, PenaOne - Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura I Gede Pasek Suardika berkomentar terkait spanduk bertuliskan "Masjid ini tidak menshalatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama" yang juga viral di media sosial.

Disisi lain, ada juga spanduk yang terpasang dengan tulisan "Masjid ini serta seluruh jama’ah masyarakat Muslim yang patuh dan taat kepada Kitab Suci Alquran Surat At Taubah ayat 84 tentang orang munafiq tidak akan mensholatkan, mentahlilkan, dan membantu pengurusan jenazah orang-orang munafiq yang membela dan mendukung penista agama"

Lewat akun twitternya @G_paseksuardika Pasek sapaan Pasek Suardika mencuit, "Hanya di Indonesia,  urusan Pilkada yg 5 tahunan dikaitkan urusan sorga di akhirat. Bahkan jenazah pun dapat ancaman#menolakdenganrasiona," cuitnya yang dilihat PenaOne.com Senin (27/2/2017).

Sontak cuitan mantan politisi Partai Demokrat ini menui pro dan kontra pengikutnya di twitter.

@G_paseksuardika @jasriyanto Cuma di Jakarta bro, Gub/Bup/Walkot Non Muslim di daerah mayoritas muslim enjoy aja tuh, cuit @Syarman59.

Sedangkan akun @FeriawanSainul menuliskan, @G_paseksuardika Kalau tak mengerti Aqidah orang. Tak usah urus. Mending Diam krna kalau masih bicara itu namanya sok tau.

@G_paseksuardika @yohan_sp9 SEMOGA AHOK MENANG...JAYA PAK AHOK...MAJU TERUS.., cuit @yoto0201.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat beragama untuk menjadikan rumah ibadah sebagai tempat saling merekatkan persaudaraan dan memperkokoh rasa kemanusiaan.


“Marilah kita jadikan rumah ibadah sebagai tempat yang paling aman, dan karenanya tidak boleh justru menjadi tempat sumber munculnya keresahan dan pertikaian antarkita,” ujar Lukman, Sabtu (25/2/1017).

Lukman berharap semua pihak bisa menahan diri untuk tidak menyampaikan ujaran atau memasang spanduk serta selebaran yang justru bisa merusak persatuan umat dan bangsa.


"Janganlah perbedaan pilihan politik dan keyakinan paham keagamaan sampai memutus hubungan persaudaraan kita seagama, sebangsa, dan persaudaraan sesama umat manusia,” kata Lukman.

Penulis: Dwitanto