Monday, 27 February 2017

Ini Bahayanya Dipijat Bagian Perut

Jakarta, PenaOne - Pijat dikenal sebagai salah satu terapi relaksasi untuk memanjakan tubuh. Kadang, orang-orang datang ke tukang urut dekat rumah untuk menyembuhkan badan pegal linu atau meredakan sakit perut.

Pijat perut telah terbukti dapat mengurangi keparahan sembelit dan sakit perut dengan merangsang pencernaan, mengendurkan organ pencernaan, dan meningkatkan aliran darah ke seluruh sistem.

Tapi, ada alasan mengapa begitu banyak dokter yang tidak menyarankan Anda untuk memijat perut. Jika pijat perut dilakukan oleh tukang pijat tradisional atau dilakukan asal-asalan sendiri di rumah, manfaat ini bisa merugikan Anda malah bisa berakibat fatal.

Pijat perut yang salah bisa membuat tubuh Anda keracunan

Teknik pijat tradisional melibatkan berbagai tekanan, baik lembut dan kuat. Biasanya teknik itu bertujuan untuk mengobati luka atau jaringan otot. Tapi tak jarang dari kita yang justru merasakan badan ngilu dan sakit-sakit sehari setelah dipijat.

Dalam dunia medis, ini dikenal sebagai post-massage soreness and malaise (PMSM). Efek samping ringan ini umum ditemukan, tapi pijat tidak seharusnya terasa menyakitkan, terlepas dari apapun teknik pijatannya.

Banyak orang yang percaya bahwa pijat bisa membantu detoksifikasi, tetapi efek yang mungkin timbul mungkin justru sebaliknya. Tekanan pijat perut yang berlebihan dapat menimbulkan keracunan ringan.

Sensasi badan ngilu dan sakit yang Anda rasakan keesokan harinya setelah dipijat mungkin disebabkan oleh rhabdomyolysis ringan, kondisi keracunan oleh produk limbah dari cedera otot. Kerusakan otot menyebabkan peradangan yang mengarah ke nyeri, bengkak, dan kelemahan pada otot yang terkena.

Jika saat dipijat Anda merasakan sakit, sebaiknya segera beritahu terapis atau tukang pihat agar ia dapat memberikan tekanan yang bisa ditolerir oleh tubuh.

Namun, seperti dikutip hellosehat.com, sekalipun tukang pijat langganan sudah “menyetel” kekuatan pijatannya untuk menyesuaikan dengan batas toleransi Anda, pijat tradisionaltak sepenuhnya terjamin aman, dan efek samping merugikan lain mungkin dapat muncul jika teknik pemijatan tidak dilakukan dengan benar.

Pijat perut yang tidak dilakukan ahlinya, bisa menimbulkan penyumbatan usus

Badan ngilu setelah dipijat hanyalah konsekuensi ringan dari pijat tradisional yang seringnya tidak bisa terhindari. Namun untuk beberapa orang yang lebih rentan, pijat perut bisa berujung bahaya nyata.

Di dalam perut terdapat usus. Seorang terapis pijat profesional bisa mengenali keberadaan usus yang terasa seperti sosis berongga, dan pasti bisa membedakan mana usus dan mana otot-otot perut lainnya. Tapi ini adalah perbedaan yang sangat tipis, yang belum tentu diketahui oleh tukang pijat tradisional.

Tekanan besar dari pijat perut dapat menyebabkan usus tersumbat (ileus) akibatperlengketan usus. Penyumbatan usus adalah kondisi di mana usus menjadi tersumbat, yang membuat makanan dan cairan tidak bisa melewati sistem pencernaan untuk dibuang menjadi kotoran.

Kondisi usus tersumbat yang tidak terdeteksi dan ditangani dapat menyebabkan kematian jaringan usus karena penyumbatan dapat memotong suplai darah ke sebagian daerah usus.

Ini dapat menyebabkan perlubangan (perforasi) dalam dinding usus, yang dapat menyebabkan infeksi. Peritonitis adalah istilah medis untuk infeksi di rongga perut. Ini adalah kondisi yang mengancam jiwa yang membutuhkan perhatian medis dan seringnya membutuhkan pembedahan sesegera mungkin.

Bagaimana agar pijat perut tetap aman?

Agar Anda mendapatkan khasiat pijat perut yang paling optimal, pastikan Anda mendapatkan pijat perut hanya saat sedang dipijat oleh terapis profesional yang bersertifikat, berpengalaman, dan memahami benar tentang struktur organ dalam dan otot-otot perut, serta cara menanganinya.