Thursday, 2 February 2017

Ini Isi Surat Permintaan Maaf Ahok ke KH Ma'ruf Amin

Jakarta, PenaOne - Terdakwa dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama  alias Ahok meminta maaf kepada KH Ma'ruf Amin yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Cagub DKI  Jakarta incumbent ini meminta maaf kepada KH Ma'ruf Amin atas pernyataannya di persidangan.

Kemarin, Ahok sudah menyampaikan permintaan maaf itu dalam pernyataan tertulis maupun video.

Ini isi pernyataan permintaan maaf Ahok yang diterima wartawan termasuk PenaOne.com.

Klarifikasi dan Permohonan Maaf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada KH Ma'ruf Amin, Rais Aam PBNU

Bahwa saya ingin menegaskan bahwa apa yang terjadi kemarin merupakan proses yang ada dalam persidangan, saya sebagai terdakwa sedang mencari kebenaran untuk kasus saya. Untuk itu saya ingin menyampaikan klarifikasi beberapa hal di bawah ini:

1. Saya memastikan bahwa saya tidak akan melaporkan KH Ma'ruf Amin ke polisi, kalaupun ada saksi yang dilaporkan mereka adalah saksi pelapor, sedangkan Kyai Ma'ruf bukan saksi pelapor, beliau seperti saksi dari KPUD yang tidak mungkin dilaporkan.

2. Saya meminta maaf kepada KH Ma'ruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau, meskipun beliau dihadirkan kemarin oleh Jaksa sebagai Ketua Umum MUI, saya mengakui beliau juga sesepuh NU. Dan saya menghormati beliau sebagai sesepuh NU, seperti halnya tokoh-tokoh lain di NU, Gus Dur, Gus Mus, tokoh-tokoh yang saya hormati dan panuti.

3. Terkait informasi telepon Bapak SBY ke Kiai Ma'ruf tanggal 7 Oktober adalah urusan penasihat hukum saya. Saya hanya disodori berita liputan6.com tanggal 7 Oktober, bahwa ada informasi telepon SBY ke Kiai Ma'ruf, selanjutnya terkait soal ini saya serahkan kepada Penasihat Hukum saya.

Demikian klarifikasi saya sampaikan, saya berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan persoalan dan saya juga berharap agar pihak -pihak tidak memperkeruh suasana.

Jakarta 1 Februari 2017