Tuesday, 7 February 2017

Jateng Bentuk Tim Saber Jalan Berlubang

Semarang, PenaOne - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) membentuk tim sapu bersih (saber) jalan berlubang. Terobosan itu dilakukan untuk mempercepat penanganan jalan dan mewujudkan “Jateng Tanpa Lubang”.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menyampaikan provinsi ini terus berkomitmen mewujudkan Jateng Tanpa Lubang. Tidak hanya jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, tapi juga jalan negara. Untuk itu kerja sama dan koordinasi terus ditingkatkan dengan pemerintah pusat, termasuk pemerintah kabupate/ kota.

“Tugas saya koordinasi. Itu sudah dilakukan sampai tingkat menteri. Bahkan kami juga membuat saber berlubang. Kalau sebelumnya ada satgas saber pungli, kami juga ada saber jalan berlubang,” bebernya saat dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” di rumah dinas Puri Gedeh, Kota Semarang, Selasa (7/2/2017).

Diakui, tingginya intensitas hujan, salah satunya berdampak pada “panen” lubang. Sampai –sampai dia berseloroh ada “wisata” baru “Jeglongan Sewu”. Agar penanganan jalan berlubang ini dapat dilakukan secara cepat dan tepat, pihaknya mengoptimalkan kinerja pengamat jalan sebagai saber jalan berlubang. Dan pengamat tersebut sudah menunjukkan kinerjanya pada jalan-jalan provinsi, di mana jika ditemukan jalan berlubang, atau ada aduan dari masyarakat mengenai jalan berlubang, mereka segera turun untuk membereskan. Apalagi, tiga bulan terakhir ini, hampir sebagian besar laporan masyarakat yang masuk ke berbagai kanal aduan gubernur terutama media sosial terkait kerusakan jalan. Namun, tidak dipungkiri jika overtonase kendaraan barang juga member kontribusi besar terhadap kerusakan jalan.

“Satu yang membuat saya tidak terima yaitu sampai ada yang jatuh lalu meninggal, maka ini negara harus bertanggungjawab. Kalau mereka yang marah-marah bisa kita jelaskan, baik terkait teknis penganggaran, lelang, dan lain lain, tetapi kalau sampai mengakibatkan kematian
bagaimana menjelaskannya,” tegas Ganjar.

Dalam dialog bertajuk “Menjaga Komitmen Jateng Tanpa Lubang itu, gubernur menyebutkan, berdasarkan laporan yang masuk ke media sosial miliknya, kurang dari satu pekan terakhir tercatat empat orang menjadi korban jalan rusak di beberapa daerah. Antara lain di jalur Purworejo-Kebumen tercatat dua pengendara sepeda motor meninggal di lokasi kejadian karena menghindari lubang, satu di daerah Kendal, sedangkan satu lainnya di jalur pantura barat.

“Artinya masyarakat juga harus berhati-hati saat berkendara di jalan berlubang. Kami akan mempercepat perbaikan bahkan akan memperbanyak tim untuk mengerjakan. Kami juga memasang spanduk atau papan informasi tentang waktu perbaikan jalan lengkap dengan asal serta nilai anggarannya di titik-titik jalan yang akan diperbaiki. Dengan ini diharapkan masyarakat menjadi tahu dan lega,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jateng Ngargono melalui pesawat telepon mengatakan, masyarakat sudah lelah dengan kondisi jalan rusak hampir merata di semua daerah. Tetapi tidak diimbangi dengan penanganan dari pemerintah, khususnya jalan rusak di Jateng yang mengusung program ‘Jateng Tanpa Lubang’. Ia berharap pemprov tidak hanya menerjunkan tim pelapor jalan berlubang, namun juga tim temuan korban meninggal akibat jalan rusak.

Menurutnya, mengetahui status jalan rusak di Jateng apakah jalan nasional, provinsi, kabupaten atau kota itu tidak penting. Sebab, bagi masyarakat yang terpenting adalah jalan yang ada di Jateng harus bebas lubang seperti program yang dicanangkan pemprov. Maka tugas gubernur adalah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, kabupaten, dan kota untuk menangani jalan rusak di Jateng.

“Bagi masyarakat tidak penting itu masuk jalan nasional, provinsi, kabupaten atau kota, karena sesuai komitmen program Jateng Tanpa Lubang maka semua jalan yang ada di Jateng harusnya mulus. Kalau masyarakat harus ngeling-ngeling ini jalan mana, jelas akan semakin pusing, karena memilih jalan yang akan dilalui saja sudah ngosek-ngosek, apalagi suruh mengingat,” bebernya.

Menanggapi pernyataan Ketua YLKI Jateng, Gubernur Ganjar berharap masyarakat turut berpartisipasi dalam upaya menangani jalan rusak supaya pemerintah bisa segera mengatasinya. Salah satunya melaporkan kepada pejabat yang berwenang, tidak hanya mengeluh apalagi marah-marah. Masyarakat juga diminta menyertakan foto jalan rusak tersebut sehingga pihak yang berwenang bisa mengerti lebih detail dan bersama-sama ‘mengeroyok’ perbaikan jalan.

“Masyarakat nggak boleh tidak mau tahu atau cuek. Sebenarnya saya ingin mengedukasi saja ke mana masyarakat seharusnya melapor, sehingga ketika melaporkan tidak salah tempat. Kalau jalan itu jalan desa maka melapor ke desa, jalan kabupaten melapor ke bupati dan ini sekaligus untuk mendorong edukasi politik agar si kepala desa, camat, bupati, gubernur hingga menteri bertanggung jawab pada level masing-masing,” terangnya seperti dikutip jatengprov.go.id.

Ia mencontohkan, ada warga di pelosok Kabupaten Brebes melaporkan ke gubernur tentang kondisi jalan di sekitar tempat tinggalnya rusak parah. Padahal warga itu seharusnya cukup melapor kepada kades setempat karena ternyata jalan tersebut adalah jalan desa. Artinya kades yang bertanggung jawab untuk menangani perbaikan jalan.

“Pemerintah pasti berkoordinasi. Jika kita bertanggung jawab, khususnya terkait jalan rusak maka jalan- jalan di Jateng akan beres. Ada laporan lalu cepat kita tindak lanjuti begitu mekanismenya, dan ini kami tularkan ke kabupaten dan pusat. Jateng bekerja dengan meskamisne seperti itu dan beberapa waktu lalu Pemprov Jatim studi banding ke Jateng hanya untuk mempelajari bagaimana mekanisme menindaklanjuti laporan warga,” jelasnya.