Wednesday, 22 February 2017

Kebaya Bordir Manual Pukau Istri Jokowi

Karanganyar, PenaOne - Keindahan kebaya bordir handmadekarya Farikh, warga Bae Kudus, mampu memukau Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Kebaya itu dipamerkan di stand Dekranasda Provinsi Jawa Tengah di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (21/2/2017).

Wajar saja kalau mantan Ketua TP PKK Kota Surakarta itu sangat tertarik dengan kebaya bordir milik Farikh. Sebab, kebaya yang dikerjakan secara manual itu memang memiliki motif bercita rasa seni tinggi. Selain itu, kainnya sangat halus dan hasil bordirnya tidak gatal karena menggunakan rancang gunting.

"Bu Presiden (Iriana) bilang, bagus bordirnya, pakai rancang gunting, jadi tidak gatal. Kain katunnya adem. Rencana mau saya pakai sendiri," kata Farikh menirukan ucapan Iriana saat memuji hasil karyanya.

Setelah melihat-lihat beberapa saat koleksinya, Ibu Negara akhirnya memilih dua potong kain kebaya berwarna merah dan abu-abu. Farikh mengungkapkan, kain sutra berwarna merah harganya Rp 1,8 juta dan kain katun abu-abu Rp 1,2 juta. Selain Ibu Negara Iriana, Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla juga membeli satu potong kain kebaya bordir berwarna putih.

Farikh yang memulai usaha bordir sejak 2003 lalu menuturkan, kebaya bordir manual karyanya memang butuh waktu paling tidak satu bulan untuk mengerjakannya. Tapi, dia menjamin kualitasnya yang lebih awet dan halus. Selain itu, eksklusif. Metode manual yang diterapkan adalah cara untuk menjaga eksklusivitas. Dia juga enggan menjual produknya secara online agar motifnya tidak ditiru.

"Saya punya pelanggan tetap. Masuknya ke butik-butik. Sudah sampai di luar jawa. Seperti Bali, Pontianak, Medan, Lampung, Batam, dan kadang sampai Singapura. Pemasarannya hanya dari mulut ke mulut. Tidak online. Takutnya motif tersebar, jadi tidak eksklusif," jelasnya dikutip jatengprov.go.id.

Dari usaha yang ditekuninya, paling tidak Farikh mendapat omzet antara Rp 70 juta sampai Rp 80 juta per bulan. Tetapi, dia mengeluhkan terbatasnya tenaga terampil yang bisa membordir secara manual.

"Kendalanya ketersediaan tenaga kerja terampil. Karena kalau mesin manual sekarang tenaga kerjanya sulit. Sudah pada beralih ke mesin yang pakai listrik dan komputer. Saya pilih manual karena kalau manual ada nilai seninya yang tinggi," tutupnya.

Tidak hanya kepincut dengan kain bordir, Ibu Negara juga tertarik dengan dompet pesta dari daun pandan dan limbah kain perca. Meski dari limbah, dompet tersebut terlihat elegan. Semula memang dompet buatan binaan Komunitas Limbah Berkah Karanganyar tersebut menjadi souvenir. Tapi, melihat dua dompet "limbah" yang dipamerkan di stand Dekranasda Karanganyar, Iriana pun langsung membelinya. Sayang, stok yang terbatas membuat isteri-isteri menteri tidak bisa ikut membeli.