Friday, 10 February 2017

Kebumen Bentuk Unit Berantas Pungli

Kebumen, PenaOne - Kejadian operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa Sekda Kebumen Adi Pandoyo pada Oktober lalu menjadi pengalaman berharga bagi jajaran pemerintah kabupaten (pemkab) setempat. Mereka terus meningkatkan komitmen untuk menjauhi korupsi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pengukuhan dan Sosialisasi Unit Pemberantasan Pungutan Liar (Pungli) oleh Bupati Kebumen Ir H M Yahya Fuad SE di Gedung Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen, Kamis (9/2/2017). Pengukuhan itu juga disaksikan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP.

Bupati Yahya menerangkan, dalam pengukuhan Unit Pemberantasan Pungli, pihaknya mengundang seluruh kepala desa. Sebab, menurutnya, kepala desa harus benar-benar paham praktik yang dikategorikan pungli dan yang bukan. Terlebih, pada tahun ini APBDes sangat besar.

"Satu desa sekitar Rp 1,1 miliar sampai 1,3 miliar. Mudah-mudahan Bapak/ Ibu bisa mengelola dana desa ini betul-betul untuk kesejahteraan masyarakat Kebumen," terangnya.

Pada kesempatan itu, salah satu Kepala Desa Kloposawit Lili Latifah bertanya kepada gubernur, di desanya ada tradisi untuk menyelenggarakan sedekah bumi saat perayaan hari-hari besar. Warga biasanya memberikan iuran secara sukarela untuk sedekah bumi tersebut. Meski sudah ada peraturan desa (Perdes), namun Lili masih ragu apakah iuran itu termasuk pungli atau tidak.

"Pada hari-hari besar itu ada tradisi selamatan atau sedekah bumi. Kalau di desa saya ada Perdesnya untuk menarik (iuran). Apakah ini termasuk pungli atau tidak, Pak?" tanya perempuan setengah baya itu.
Menanggapi pertanyaan Lili, Ganjar bertanya balik.

"Pungli itu apa sih? Kalau nggak ada aturannya, kalau diterima oleh pribadi-pribadi, itu pungli. Kalau itu sudah ada kesepakatan warga, nggak apa-apa. Tapi kalau maksa nggak boleh. Maksa itu dalam artian ayo ibu-ibu padha iuran. Lha kula mboten mampu pripun? Apa kuwi warga ora mampu? Ora cetho. Nek ngono kuwi mesakke wargane," jelas orang nomor satu di Jawa Tengah itu seperti dikutip jatengprov.go.id.

Ganjar berpesan, kepala daerah yang sudah memahami benar apa itu pungli dapat mengedukasi rekan-rekan sejawatnya. Sehingga mereka bersama-sama membangun sistem anti pungli.