Wednesday, 8 February 2017

Korban Mall Praktek RSUD Langsa Mengadu ke YARA

Langsa, PenaOne - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Langsa merima laporan dari M. Nur (50) warga Kampung Mutia kecamatan Langsa Kota, kota Langsa Aceh terkait dugaan mall praktek yang diduga dilakukan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa pada bulan Desember 2016 silam.

Hal itu di katakan Ketua YARA Langsa Muhammad Abubakar dalam siaran pers yang diterima PenaOne.com Rabu, (8/2/2017).

Menurutnya, YARA akan melakukan upaya hukum terkait dugaan mall praktek yang di lakukan dr. Reny di RSUD Langsa.

"Kita menduga akibat kecerobohan dokter pasien atas nama Kamariah (14 ) meninggal dunia," ujarnya.

Koban menurutnya, merupakan anak pasangan M. Nur (50) dan Nurhayati (40).

YARA menduga meninggalnya korban akibat kecerobohan dokter karena pemasangan selang Nasogastric Tube atau Nasogastrik (NGT).

Seperti di ceritakan orang tua korban M. Nur, putrinya almarhumah Kamariah (14) masuk ke RSUD Langsa pada Kamis Sore (15/12/2016) dan di rawat di ruang THT kamar 5. Namun ke esokan harinya Kamariah di pindah kan ke ruangan anak kamar No 2.

"Kemudian pada hari Jum'at (16/12/2016) kondisi pasien dalam keadaan sadar meskipun dirinya dalam keadaan lemas dan terbaring. Namun pihak perawat dan doktor muda menjenguk dan menawarkan kepada orang tua pasien tersebut untuk di pasang selang makanan (NGT) yang di masukkan melalui hidung".

Saat itu M. Nur orang tua korban merasa keberatan anaknya di masukan selang tersebut. Sehingga pihak RSU Langsa membuat surat perjanjian kepada keluarga pasien  yang berbunyi "Saya yang bertanda tangan di surat ini bahwa orang tua Kamariah tidak menyetujui anaknya di pasang selang NGT, lalu dokter tanpa sepengetahun keluarga pasien memasangkan selang NGT, akibatnya beberapa jam kemudian (sabtu pagi 17/12/2016 pasien meninggal dunia karena pendarahan  yang keluar melalui mulut korban," terang M. Nur.