Sunday, 26 February 2017

Korban Pencabulan Dipindah ke RS Cut Nyak Dhien

Ilustrasi
Langsa, PenaOne - Korban pencabulan yang diduga dilakukan seorang paramedis atau perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa ternyata salah seorang mahasiswi IAIN Zawiyah Cot Kala XXX (20) warga Kabupaten Aceh Timur.

Sabtu (25/2/2017) siang korban sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Cut Nyak Dhein (RSCND) Langsa untuk memberikan rasa kenyamanan.

Kuasa hukum korban Fahkrurrazi Lc, M.H.I, dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa mengatakan, pemindahan dilakukan karena korban merasa sudah tidak nyaman lagi berada di RSUD Langsa.

"Korban juga merasa terintimidasi," katanya kepada PenaOne.com Sabtu (25/2/2017) jelang petang.

Lebih lanjut Fahkrurrazi menambahkan jika saat ini keluarga korban juga merasa terancam karena ada pihak-pihak yang melakukan teror.

"Akibatnya keluarga dan korban terancam semua," jelasnya.

Sebelumnya, salah perawat beriniial KA (26) diduga berbuat cabul terhadap salah seorang pasien warga Kabupaten Aceh Timur.

Korban, merupakan salah seorang pasien yang masuk ke ruang Intensive Care Unit (ICU) pada Sabtu (18/2) malam  sekitar pukul 20:00 WIB dengan diagnosa penyakit kejang-kejang (epilepsi).

Berdasarkan laporan Polisi dengan  Bukti Lapor No: SKTBL /42 /II/2017/Aceh/Res Langsa, di sebutkan pada Rabu (22/2) dini hari sekira pukul 03:30 WIB KA telah melakukan perbuatan cabut terhadap korban yang sedang tertidur.

Menurut keluarga korban kepada wartawan, pelaku melakukan aksinya bejatnya itu saat korban sedang terlelap tidur.

"Dia memasukkan tangannya kedalam baju dan meremas payudara. Merasa ada yang merogoh-rogoh sontak, korban pun langsung terbangun," katanya.

Hingga berita diturunkan, pihak RSUD) Kota Langsa, Provinsi Aceh belum memberikan keterangan secara resmi terkait pencabulan yang diduga dilakukan salah seorang paramedis atau perawat di ruang ICU rumah sakit tersebut beberapa waktu lalu.

Wakil Direktur RSUD Langsa Bidang  Pelayanan Medis Samsul  saat dikomfirmasi media ini mengaku belum mengetahui kejadian itu.

"Saya belum tahu kasus ini. Jadi belum bisa berkomentar," ucapnya singkat.

Penulis: Muhammad Abubakar