Friday, 10 February 2017

Layanan Rujukan Pasien RSUA Kini Dipermudah

Jatim, PenaOne - Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga (RSUA) berhasil mengembangkan aplikasi yang diberi nama “RSUA Telemedicine” untuk memudahkanpelayanan rujukan pasien. Aplikasi tersebutsudah bisa diunduh oleh pengguna smartphonedengan sistem operasi berbasis Android.

Wakil Koordinator Pelatihan Airlangga Health Science Institute, Tedy Apriawan mengatakan, pengguna akun RSUA Telemedicine merupakanpara tenaga medis di bagian Instalasi GawatDarurat  (IGD) fasilitas kesehatan terkait. Untukbergabung dengan RSUA Telemedicine, paratenaga medis di IGD harus memiliki akunpengguna.

“Caranya perwakilan fasilitas kesehatanmelakukan pendaftaran ke pihak RSUA. Setelahitu, pihak RSUA akan melakukan survei kefasilitas kesehatan yang bersangkutan. Pihakfasilitas kesehatan akan menandatangani notakesepahaman. Nantinya, setiap fasilitaskesehatan akan mendapatkan satu akunpengguna beserta kata sandi,” tuturnya, di Surabaya.

Usai berhasil mendaftar, tim IGD dari fasilitaskesehatan terkait bisa berkoordinasi dengan timpengembang aplikasi RSUA Telemedicine. TimIGD dari fasilitas kesehatan terkait segeramemberikan informasi mengenai kondisilengkap pasien.

“RSUA Telemedicine digunakan untukmeningkatkan pelayanan kesehatan, terutamauntuk sistem rujukan utama. Harapannya, dalammerujuk harus sudah mulai lengkap, baik daridata, pemeriksaan fisik, diagnosis, dan terapi. Satu-satunya jalan untuk hanya menggunakantelemedicine. Kita bisa ngasih foto, informasi lengkap baik terapi maupun diagnosa,” jelas Tedy.

Tim IGD RSUA langsung berdiskusi usai datapasien diterima, menentukan tindakan perawatan yang tepat untuk pasien sekaligus mempersiapkan peralatan medis penunjang sehingga pasien bisa segera ditangani. RSUA juga akan mengembangkan aplikasi denganteknologi yang lebih canggih, seperti panggilan video.

“Adanya rekam medis tersebut atau data yang diberikan sudah lengkap, kami segeramenyiapkan alat-alat yang dibutuhkan. Misal, penderita tersebut adalah penderitamulti trauma, dari kepala sampai kaki kenasemua, saat mereka merujuk ke kita, maka sudah siap langsung bergerak sesuai dengan penyakit yang diderita pasien tersebut,” terangnya dikutip jatimprov.go.id.

Ia mengungkapkan untuk mendukung kelancaran penggunaan aplikasi RSUATelemedicine, RSUA menggandeng RS St. Mary Jepang. Serangkaian proses belajar melalui pelatihan tentang sistem informasi aplikasi telemedicine diharapkan dapat meningkatkan kualitas aplikasi RSUA Telemedicine.