Orang Maluku: Manusia Harus Tebar Kebaikan Bukan Politik Sesat

Jakarta, PenaOne - Perilaku manusia didunia ini pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal diakhirat kelak.

Pada hakekatnya, pengadilan terakhir umat manusia atas dosa dan  perbuatannya di dunia adalah hak preogratif Tuhan bukan manusia.

Karena, hanya Tuhan lah yang akan menentukan layak atau tidaknya seseorang bisa masuk surga atau neraka.

"Jadi, tidak ada seorang manusiapun yang bisa mensejajarkan posisinya dengan Tuhan," kata Ketua Forum Masyarakat Maluku (Formama) Arnold Thenu kepada PenaOne.com Senin (27/2/2017).

Hal itu dikatakan Arnold terkait maraknya spanduk bertuliskan "Masjid ini tidak menshalatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama" yang juga viral di media sosial.

Disisi lain, ada juga spanduk yang terpasang dengan tulisan "Masjid ini serta seluruh jama’ah masyarakat Muslim yang patuh dan taat kepada Kitab Suci Alquran Surat At Taubah ayat 84 tentang orang munafiq tidak akan mensholatkan, mentahlilkan, dan membantu pengurusan jenazah orang-orang munafiq yang membela dan mendukung penista agama"

Menurut Arnold, manusia punya tugas di dunia untuk hidup saling mengasihi.

"Manusia harus menabur kebaikan bukan malah menimbulkan perbantahan hanya demi kepentingan politik sesaat," ujarnya.

Jadi, lanjutnya, bagaimana seorang manusia bisa dikatakan mengasihi Tuhan Nya yang tidak terlihat jika tidak bisa mengasihi sesama manusia yang jelas-jelas terlihat.

"Sekarang ini sudah tidak jamannya untuk mengalahkan lawan-lawan politik dengan cara-cara kuno seperti itu," jelas Arnold.

Lebih lanjut pria asal Maluku ini menambahkan, dunia saat ini sudah modern. Sehingga pilihan terbaik untuk mengalahkan musuh bukanlah dengan cara menggali jurang pemisah antar umat manusia.

"Tetapi, kalahkanlah musuh kita dengan penuh cinta," demikian Arnold Thenu menjelaskan.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat beragama untuk menjadikan rumah ibadah sebagai tempat saling merekatkan persaudaraan dan memperkokoh rasa kemanusiaan.

Lukman berharap semua pihak bisa menahan diri untuk tidak menyampaikan ujaran atau memasang spanduk serta selebaran yang justru bisa merusak persatuan umat dan bangsa.

"Janganlah perbedaan pilihan politik dan keyakinan paham keagamaan sampai memutus hubungan persaudaraan kita seagama, sebangsa, dan persaudaraan sesama umat manusia,” kata Lukman.

Penulis: Dwitanto