Monday, 20 February 2017

Pembangunan Bendungan Logung Capai 42 Persen

Kudus, PenaOne - Pembangunan Bendungan Logung di Kabupaten Kudus sudah mencapai 42 persen, melebihi target yang ditentukan. Diharapkan akhir 2018 mendatang bendungan tersebut sudah siap dioperasikan.

Hal itu terungkap saat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meninjau proyek pembangunan Bendungan Logung, Jumat (17/2). Mereka meninjau lokasi bendungan yang lokasinya tersebar di Desa Tanjungrejo dan Honggosoco Kecamatan Jekulo serta Desa Kandangmas dan Rejosari Kecamatan Dawe.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, progress pembangunan Bendungan Logung sudah mencapai 42 persen, melebihi satu persen dari target yang ditetapkan. Sehingga dirinya optimistis, proyek selesai sesuai target, yakni pada akhir 2018 nanti.

“Akselerasinya sekarang sudah 42 persen surplus satu persen dari target. Jadi kita optimistis 2018 bisa diselesaikan,” katanya dikutip jatengprov.go.id.

Basuki mengatakan, keberadaan bendungan akan menambah lahan irigasi daerah sekitar, dari sebelumnya 2.500 hektare menjadi 5.355 hektare. Perluasan itu akan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu, dia juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Kudus dalam menangani masalah pembebasan lahan.

“Saya kira semua masalah sosial Pak Bupati menanganinya dengan baik karena tidak ada masalah sosial sama sekali. Seluruh lahan sudah dibebaskan, jadi kita tinggal menyelesaikan konstruksinya,” ujarnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengepresiasi kinerja pemkab setempat karena 90 persen pembebasan lahan menggunakan APBD. Sehingga peran APBN bisa difokuskan untuk pembiayaan konstruksi bendungan.

“Kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang baik seperti ini perlu diteruskan. Sehingga kita selalu bisa melakukan perencanaan proyek dan kemudian pembiayaannya sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh proyek tersebut,” katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menilai proyek Bendungan Logung seluas 196 hektare ini secara sosial memiliki nilai yang sangat tinggi. Di samping menambah jumlah lahan irigasi, bendungan ini juga memberikan persedian air baku bagi 150.000 KK di sekitar waduk. Karenanya, akselerasi proyek harus ditingkatkan agar masyarakat dapat secepatnya menikmati keberadaan bendungan.

“Proyek ini secara sosial memiliki nilai yang sangat tinggi dan juga tentu secara ekonomi diharapkan bisa mendukung Kabupaten Kudus yang merupakan salah satu sumbangan ekonomi yang terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP mengatakan, proyek Bendungan Logung merupakan salah satu bentuk pemanfaatan APBN yang sesuai dengan kepentingan masyarakat karena memberikan manfaat yang sangat besar bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Namun, seiring dengan pertumbuhan penduduk, kebutuhan APBN juga akan semakin meningkat. Karenanya, dia menghimbau kepada masyarakat untuk tertib membayar pajak agar APBN dapat lebih difokuskan sesuai dengan harapan masyarakat.

“APBN ini kebutuhannya makin lama makin meningkat, secepat pertumbuhan penduduk. Maka pada saat itu partisipasi masyarakat mesti jalan. Pendapatan yang paling kuat ya pajak. Maka semua mesti bayar pajak. Kalau tidak mau ya kita tidak akan bisa cepat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Bendungan Logung merupakan proyek infrastruktur irigasi dengan nilai investasi sebesar Rp 604,15 miliar dari APBN. Bendungan yang dibangun dengan membendung Sungai Logung dan Sungai Gajah nantinya akan memiliki luas genangan mencapai 144 hektare, dan dapat menampung air sebanyak 20 juta meter kubik.