Wednesday, 15 February 2017

SBY Diminta Jelaskan Pernyataan "Bersayap"

Jakarta, PenaOne - Ketua umun Rumah Gerakan (RG) 98 Bernard Ali Mumbang Haloho meminta presiden ke-6  RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelaskan ke publik secara terbuka siapa yang dimaksud 'restu kekuasaan' dalam perkara dirinya dengan mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

Pernyataan SBY yang menyebut bahwa apa yang dilakukan Antasari tidak mungkin tanpa "blessing" atau restu kekuasaan jelas pernyataan yang menyesatkan.

"Publik mahfum pihak yang berkuasa saat ini adalah Presiden Jokowi. Sangat naif mengkaitkan perkara SBY versus Antasari karena keterlibatan penguasa," ujarnya.

Presiden Jokowi lahir dari sistem demokrasi yang notabene setelah 10 tahun SBY berkuasa. Keterkaitan Presiden Jokowi dengan SBY nyaris dikatakan tidak ada sama sekali.

"SBY harus menjelaskan secara terbuka bukan dengan cara berkata 'bersayap' seperti itu," jelas Ali Mumbang dalam siaran pers yang diterima PenaOne.com pagi ini Rabu (15/2/2017).

Pernyataan SBY itu menurutnya, terkesan mendorong ketidakpercayaan masyarakat terhadap Presiden Jokowi sebagai presiden pilihan rakyat . 

"Jika SBY tidak bisa atau tidak mau menjelaskan perihal penguasa yang dimaksud, maka Rumah Gerakan 98 mendesak pihak kepolisian segera mengambil langkah tegas terhadap SBY," tegasnya.

Alasannya, SBY telah menciptakan prakondisi tidak stabil buat bangsa ini dan kegaduhan politik berulang yang mengganggu jalannya roda pemerintahan Presiden Jokowi.

"Kami menilai negara ini bukan milik dinasti SBY. Tidak pantas SBY kerap mengaitkan posisi anaknya yang menjadi cagub DKI dengan situasi politik nasional dengan mendramaturgikan sebuah 'kisah terzalimi'. Masyarakat sudah paham betul drama se-babak seperti ini," demkian Bernard Ali Mumbang Haloho menjelaskan.

Penulis: Dwitanto