Sunday, 26 February 2017

Tragis, Wartawan Dianiaya Didepan Kasat Narkoba

Ilustrasi (foto-net).
Jakarta, PenaOne - Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini dialami Persaoran Situros, wartawan salah satu media online di Belawan Medan, Sumatera Utara.

Dirinya mengaku telah dianiaya dan diancam akan dibunuh. Ironisnya, penganiayaan dan ancaman pemunuhan itu berlangsung didepan Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, Polda Sumatera Utara AKP Dedi Kurniawan, Senin 13 Februari 2017 siang.

Akibat pengnaiayaan itu, korban sempat mendapat perawatan di RS Komang TNI Angkatan Laut, Jalan Bengkalis Belawan karena luka ditenggorokan.

Dia mengaku sudah melaporkan peristiwa itu ke Polres Pelabuhan Belawan dengan nomor laporan: STTLP/53/II/2017/SPK. Selian melaporkan ke Polres Pelabuhan Belawan, korban juga melapor ke Polda Sumut.

Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Khresna Budhi Chandra mendesak polisi segera menahan pelaku berinisial SED yang diduga melakukan menganiaya itu.

“Tindakan penganiayaan dialami korban Parsaoran Sitorus, selain melanggar  hukum pidana, juga mencederai korban. Apalagi kejadian tersebut di ruang terbuka tepatnya di Polres Belawan, dimana pelaku sengaja menghalangi-halangi tugas jurnalistik. Ini jelas mencederai kebebasan pers,” tegasnya dalam siaran pers Minggu (26/2/2017).

Terpisah, kuasa hukum korban Thomas Pakpahan, SH mengatakan apa yang dialami korban telah dilaporkan secara resmi ke Polres Pelabuhan Belawan dan Polda Sumut.

“Dua kasus dilaporkan, untuk penganiayaan ke Polres Belawan. Sedangkan soal penghinaan media, dan menghalang-halangi tugas jurnalistik dilaporkan ke Polda Sumut,” ungkap Pakpahan.

Peristiwa penganiayaan berawal ketika korban hendak meliput tangkapan narkoba oleh Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Tetapi pelaku menghalang-halangi hingga akhirnya terjadi adu mulut dan tiba-tiba pelaku melakukan penarikan hingga tubuhnya sempoyongan.

“Saya mau masuk ke ruang Sat Narkoba, tapi dihalanginya. Terus pakaian kerja saya ditarik sampai robek,” ucap korban.

Dua hari kemudian, pada Senin 13 Februari 2017 korban yang menjalankan tugasnya melakukan peliputan di Polres Pelabuahan Belawan dan mendapati SED di tempat yang sama berdampinggan dengan Kasat Narkoba, AKP Dedi Kurniawan.

“Pelaku langsung mendatangi saya dengan mencari keributan. Langsung leher saya dicekik. Pelaku mengancam akan membunuh saya. Kau wartawan abal-abal, saya yang mengatur wartawan di sini (Polres Belawan) apa bisa meliput atau tidak,” kata pelaku di depan  Kasat Narkoba Polres Belawan.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Edi Safari mengakui terjadinya penganiayaan terhadap wartawan itu.

Namun, ia khawatir proses hukum menemui jalan buntu karena sulit untuk menghadirkan saksi.

“Proses penyidikan kasus ini harus mempunyai saksi. Apakah pelapor atau korban bisa menghadirkan saksi kejadian itu,” katanya.

Diakuinya, saat penganiayaan oleh SED ada beberapa orang yang menyaksikan kejadiannya, termasuk AKP Dedi Kurniawan.

“Waktu kejadian, Kasat Narkoba ada di lokasi. Hanya masalahnya apakah AKP Dedi mau jadi saksi dalam kasus ini,” ujarnya.

Penulis: Dwitanto