Saturday, 4 February 2017

Yudhoyono Diminta Tak Curhat Berkepanjangan

Jakarta, PenaOne - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) meminta Ketua Umum Partai Demokrat Suslilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak sibuk dengan perasaanya sendiri atau curhat berkepanjangan.

Sebagai presiden RI ke-6 dan berkuasa selama 10 tahun tentu SBY tentu mempunyai segudang pengalaman dan prestasi.

"Semoga pak SBY selalu sehat dan   memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan bangsa ini.  Sebagai presiden RI yang berkuasa selama 10 tahun tentu SBY mempunyai segudang pengalaman," kata Ketua Divisi Komunikasi Publik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Sri Mulyono saat berbincang dengan PenaOne.com, Sabtu (4/2/2017).

Kita semua tentunya berharap negara ini aman dan tentram. Dijauhkan dari gangguan keamanan.

"Saya kira itu harapan seluruh anak bangsa. Namun yang terjadi adalah sebaliknya pak SBY sibuk dengan perasaanya sendiri alias curhat berkepanjangan," ujar loyalis Anas Urbaningrum ini.

Sri Mulyono yang pernah disomasi SBY lantaran tulisannya berjudul "Kejarlah Aku Kau Ku Ungkap" ini menganggap, ciutan SBY sore ini lewat akun twiiternya tidak lebih dari isi perasaan semata.

"Bulan lalu (SBY) merasa dikepung isu hoak, sekarang merasa dimata matai. Entahlah nanti merasa apa lagi?," jelasnya.

Sore tadi, lewat akun twitternya @SBYudhoyono meminta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin agar senantiasa bersabar dan tegar.

"Bpk Ma'ruf Amin, senior saya, mohon sabar & tegar. Jika kita dimata-matai, sasarannya bukan Bpk. Kita percaya Allah Maha Adil *SBY*," kata SBY dalam twitternya.

Ciutan presiden ke 6 RI itu terlihat di uplood sekitar pukul 17:00 WIB. Entah apa maksud dari ciutan ayah dari calon gubernur DKI Jakrta Agus Harimurti Yudhoyono itu.

Sontak, cuitan SBY yang diikuti oleh sekitar 9,5jt pengikut itu menuai pro dan kontra dikalangan para pengguna twitter.

Penulis: Dwitanto