Jumat, 31 Maret 2017

Aku Bukan Bapak Canon!

Sibolga, PenaOne - Sejak terlibat aktif dalam menjalankan portal Kemenagsu, operator Web Portal Satker MAN Sibolga mendapat gelar baru, Bapak Canon. Ini terjadi karena Syamsuddahri Pulungan hampir sepanjang waktu wara wiri di kompleks MAN Sibolga dengan menyandang Camera yang kebetulan bermerk Canon untuk menbidik apa yang pantas untuk diangkat menjadi bahan cerita.

Syamsuddahri Pulungan kepada Inhum Kamis, (30/7/2017) mengaku tidak masalah dengan sebutan baru itu, paling tidak menurut Pulungan itu pertanda bahwa beliau dipandang mampu oleh para peserta didik yang ada di MAN Sibolga menjalan fungsi tambahannya sebagai bagian humas madrasah. Lagi pula menurut Pulungan itu bukan nama yang lumayan jelek walaupun sesungguhnya tidak juga dapat dikatakan sangat cantik.

"Saya pikir tidak masalah, itu bagian dari pekerjaan. Mungkin karena terlalu sering dilihat menyandang camera ini, lantas dipanggil seperti itu, saya pikir bukan sesuatu yang buruk, biarkan saja, paling tidak kita berharap ada banyak peserta didik yang dengan panggilan itu rasa bahagia yang ada padanya bertambah drastis, iyakan saja," demikian Pulungan dikutip kemenag.go.id.

Lebih lanjut Pulungan mengatakan, memberi warna bahagia kepada orang lain bagi banyak orang merupakan kebahagiaan yang besarnya lumayan, bahkan banyak pula yang menjadikannya sebagai sebuah tujuan. Bagi Pulungan, mampu menghadirkan tawa kepada banyak orang juga sebuah keberhasilan, setidaknya ada catatan kalau kita pernah menciptakan peluang tawa, canda dan bahagia bagi orang lain.

Kepala MAN Sibolga Muallim Nasution memandang hal tersebut sebagai bagian dari kehidupan sekolah, Muallim mengatakan para peserta didik selalu memiliki cara memandang orang orang yang ada di madrasah, termasuk kepada guru, pegawai dan bahkan teman temannya. Tidak kemudian mengherankan ada banyak peserta didik yang memanggil gurunya dengan sebutan mata pelajarannya, sehingga tidak heran ada panggilan Ibu Fisika, Bapak Mulok, Ibu Biologi, Bapak Sejarah dan atau lain sebagainya, pada satu sisi jika kita lebih memaknai positifnya maka itu dapat juga sebagai bentuk pengakuan terhadap kemampuan kita.

"Jadi, jika Pulungan hari ini dipanggil peserta didik dengan sebutan Pak Canon, lebih karena beliau selalu membawa kamera itu kemana aja bergerak, karena itu merek yang cukup terkenal dan sudah biasa didengar banyak orang, maka mereka menyebutnya seperti itu, karena lebih mudah," demikian Muallim seraya menekankan agar lebih melihat dari sisi positifnya. (sdp/nyu).