Wednesday, 15 March 2017

ASI Bisa Mengurangi Risiko Asma Pada Anak

ilustrasi
Jakarta, PenaOne - Bahagia tidak hanya ketika seorang ibu melahirkan sang buah hati ke dunia, tetapi juga saat memberikan ASI untuk sang bayi. ASI yang merupakan makanan terbaik untuk bayi memiliki banyak manfaat besar untuk tumbuh kesehatan bayi, salah satunya mengurangi risiko asma pada anak.

Bagaimana ASI mengurangi risiko asma pada anak?

Asma jauh lebih memiliki efek yang berbahaya apabila menimpa pada bayi, ini karena bayi memiliki sistem imun tubuh yang belum sempurna seperti halnya orang dewasa. Sesungguhnya, asma adalah gangguan pada sistem pernapasan yang mengakibatkan penderita merasa sulit bernapas.

Menurut sebuah studi baru, ASI mengurangi risiko asma dan berbanding terbalik dengan bayi yang di awal usianya tidak diberi ASI. Gejala asma umumnya mudah diketahui, dan akan berkembang seiring tumbuh dewasanya anak itu sendiri. Gejala penyakit asma untuk orang dewasa antara lain, mengi (suara bengekyang dihasilkan ketika udara mengalir melalui saluran napas yang menyempit), batuk-batuk, dan dada terasa sesak.

Akan lebih membahayakan lagi jika asma terjadi pada anak-anak. Ruang saluran udara dan paru-paru yang masih sangat kecil akan menyakitkan buat mereka dan gejalanya mungkin lebih parah dari gejala orang dewasa.

Sedangkan penyebab dari gejala dan penyakit asma belum ditemukan kesimpulan yang pasti. Kesimpulan sementara yang bisa didapat adalah asma disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik dari si bayi itu sendiri.

Para peneliti di Universitas Basel di Swiss telah melakukan penelitian yang menyimpulkan, hubungan ASI dengan asma terkait dengan varian gen 17q21 yang terletak pada wilayah kromosom 17, yang berarti gen tersebut berpotensi mengembangkan asma pada bayi Anda.

Namun, penelitian tersebut juga menjelaskan, para ibu yang memberikan ASI kepada anaknya, mampu melindungi anaknya dari varian gen 17q21 yang mana gen tersebut menyebabkan seseorang terkena asma sejak dini.

Yang harus diperhatikan untuk mengurangi risiko asma pada anak.

Menurut dokter Liesbeth Duijts, peneliti Erasmus di Belanda, anak-anak yang tidak pernah diberi ASI hampir 50% berisiko memiliki asma dewasa nanti. Sedangkan anak-anak yang hanya diberi susu formula atau susu selain ASI, berisiko 20% terkena asma. Maka itu penting memberikan ASI selama kurang lebih 2 tahun pada anak.

Berikut ini beberapa penyebab lain dan cara mencegah anak terserang asma pada usia dini terkait kehamilan seperti dikutip hellosehat.

Jika wanita merokok saat hamil, hal tersebut akan meningkatkan risiko asma pada anak yang akan dilahirkan.Anak yang sebelumnya tidak memiliki asma namun sering terpapar asap rokok, dapat terkena gejala asma yang akan menyerang si anak akibat paparan radikal bebas dari asap tersebut.

Pertimbangkan juga lingkungan Anda yang akan memengaruhi kesehatan anak, khususnya sistem pernapasannya.Hindari lingkungan yang polusi udaranya tinggi, seperti banyaknya paparan gas, minyak, atau polusi dari asap kayu bakar.

Hal tersebut dapat membuat iritasi saluran bronkial anak Anda, dan nantinya kemungkinan terserang asma akan sangat besar.Gunakan sistem penyaring udara di rumah Anda untuk mengurangi jumlah debu dan polutan lainnya.

Jika memang anak Anda telah memiliki asma, untuk mencegah asmanya kambuh, hindari asap rokok di lingkungannya. Mintalah orang-orang sekitar untuk tidak merokok di rumah atau sekitar anak Anda.