Thursday, 16 March 2017

Buntut Satpol PP Gebuk Wartawan, Puluhan Insan Pers Demo Kantor Gubernur

Medan, PenaOne - Puluhan wartawan berunjuk rasa di kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro Medan, Rabu (15/03/2017). Mereka mengecam keras aksi pemukulan yang dilakukan oknum Satpol PP, Awaluddin, kepada wartawan Koran Bumantara, Edison Tamba alias Edoy, yang sehari-hari melakukan tugas jurnalistiknya di kantor Gubsu.

Dalam orasinya, para jurnalis mendesak Gubsu Erry Nuradi segera mencopot Asren Nasution sebagai Kepala Satpol PP karena dinilai tidak becus dalam memimpin anggotanya yang melakukan pemukulan terhadap wartawan.

Salah seorang wartawan, Rehdiman Damanik, yang turut serta dalam aksi solidaritas itu mengatakan, perbuatan oknum Satpol PP yang melakukan pemukulan terhadap wartawan tidak bisa ditolerir.

“Perbuatan oknum Satpol PP itu tidak mencerminkan sebagai pengayom masyarakat. Tindakan itu adalah bentuk premanisme yang harus dibasmi. Perbuatan Satpol PP itu mendederai slogan-slogan Sumut Paten yang digaungkan Gubsu Erry Nuradi. Apanya yang Paten? Wartawan aja dipukuli,” ujar Rehdiman dikutip dari inilahmedan.

Hal senada juga dikatakan Winda, wartawati yang biasa bertugas di kantor Gubsu. Dia juga meminta oknum yang melakukan pemukulan terhadap jurnalis harus dipecat.

“Oknum Satpol PP yang melakukan pemukulan terhadap wartawan harus diproses. Gubsu juga harus mencopot Kasatpol PP, Asren Nasution yang tidak becus memimpin anggotanya,” ujarnya.

Usai para jurnalis menyampaikan orasinya, oknum ASN Pemprovsu yang mencoba menyambangi langsung ditolak. “Kami maunya Kasatpol PP yang datang. Masih banyak pejabat Pemprovsu misalnya Gubsu, Sekdaprovsu dan Wagubsu. Maaf ya,” ujar salah seorang jurnalis.

Karena tidak adanya petinggi Pemprovsu yang menemui para jurnalis, para jurnalis yang melakukan unjukrasa berjanji akan memboikot semua pemberitaan dari kantor Gubsu.

“Karena tidak ada niat baik dari Pemprovsu, jurnalis yang meliput di kantor Gubsu akan memboikot segala pemberitaan di sini," ujar M Iqbal.

Secara terpisah, anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI-Perjuangan Sutrisno Pangaribuan mengatakan kekerasan terhadap wartawan adalah musuh bersama bangsa ini.

"Kita semua harus menghentikan segala bentuk kekerasan kapan pun dan di mana pun. Pelaku kekerasan merupakan bagian dari kekerasan itu sendiri, maka pelaku kekerasannya juga harus diberhentikan dari tugas sebagai pelayanan publik," ujar Sutrisno.

Kepala Satpol PP Asren Nasution, menurutnya, harus bertanggung jawab terhadap tindakan anak buahnya. Atas kejadian memalukan ini, Gubernur diminta segera mengganti Asren Nasution dari jabatannya.

Sebagaimana diketahui, pemukulan yang dilakukan Awaluddin kepada Edison Tamba terjadi, Selasa (14/03/2017) sore. Pemukulan berawal dari permintaan Edison Tamba yang akrab dipanggil Edoy kepada oknum Satpol PPP tersebut yang hendak keluar dari halaman belakang kantor Gubsu usai menemui narasumbernya (pejabat Pemprovsu).

Namun permintaan itu tidak diizinkan Awaluddin. Bahkan Edison Tamba malah di 'kau-kau' kan dan ditantang berduel. Tak lama terjadilah pemukulan.