Wednesday, 22 March 2017

Demokrat: Jokowi Jangan Cengeng!

Jemmy Setiawan
Jakarta, PenaOne - Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) diminta jangan "cengeng" dengan menggunakan pemberitaan mobil dinas kepresidenan yang mogok saat melakukan tugas kenegaraan di Mempawah Pontianak, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

Seharusnya, berita mogoknya mobil itu tidak perlu dibesar-besarkan oleh barisan pendukung Jokowi.

Ketua DPP Partai Demokrat Jemmmy Setiawan melihat, saat  ini adalah momen yang tepat untuk presiden Jokowi menuntaskan cita-citanya agar Indonesia mempunyai mobil nasional yang dikenal dengan mobil EsemKa.

"Gantilah mobil yang mogok tersebut dengan mobil Esemka. Kan baik untuk citra Jokowi secara pribadi yang telah menselaraskan harapan dan tindakan terkait mobil Esemka," kata Jemmy melaui pesan WhatApps yang diterima Redaksi PenaOne.com Rabu (22/3/2017).

Jemmy melanjutkan, barisan pendukung Jokowi jangan lebay dengan cara mencari kambing hitam mencari subjek yang bisa dipersalahkan. Karena lanjut Jemmy, semakin membully orang lain untuk mencuci tangan maka semakin terlihat kualitas pembelaan yang menggunakan fitnah sebagai alat perjuangannya.

"7 unit lho mobil dinas kepresidenan yang secara usia dan kelas masih muda juga teruji lalu kenapa menyalahkan pihak lain atas mogoknya mobil dinas Jokowi," ujar aktivis mahasiswa 1998 ini.

Tapi jika ini untuk triger memancing publik silahkan saja.  Siapa tahu Presiden Jokowi berkeinginan mengganti 8 unit mobil dinas kepresidenan mulai dari type Mercedes Benz S-600 Pullman Guard sampai dengan Mercedes Maybach S-600 Pullman Limousine.

Jemmy menyarakan, jika Jokowi berkeinginan mengganti mobil dinas kepresidenan tidak perlu semuanya diganti dengan mobil Esemka. "Cukup salah satu saja dari sekian banyak mobil yang di standby kan," kata dia.

Dengan demikian lanjut Jemmy, Jokowi dapat menuntaskan harapanya mengangkat derajat mobil Esemka sebagai produk andalan dalam negeri.

"Mengenai dimana pabrik dan tempat memproduksi mobil Esemka  tidak banyak yang tahu. Pastilah, Jokowi yang menginisiatori mobil Esemka tahu tempatnya," demikian pria asal Yogyakarta ini menjelaskan.

Penulis: Dwitanto