Friday, 10 March 2017

Efek Samping Jangka Pendek dari Terapi Hormon Kanker Payudara

ilustrasi
Jakarta, PenaOne - Efek samping dari terapi hormon tergantung pada jenis pengobatan. Anda  mengalami efek samping dari terapi hormon karena terapi hormon menurunkan kadar hormon atau menghentikan tubuh dari menggunakan hormon. Keuntungan dan risiko dari terapi hormon harus dipertimbangkan secara baik-baik bagi setiap wanita.

Hot flushes (tubuh merasa kepanasan), keringat pada malam hari, dan vagina kering adalah efek samping yang umum terjadi karena terapi hormon. Terapi hormon juga mengganggu siklus menstrual pada wanita yang belum mengalami menopause.

Efek samping dari terapi hormon tidak dapat diprediksi sebelum Anda memulai pengobatan. Anda mungkin mengalami satu efek samping tapi tidak mengalami efek samping lainnya.

Anda juga mungkin menyadari efek samping paling buruk terjadi pada awal pengobatan namun akan mereda setelah beberapa minggu atau bulan. Banyak juga orang hanya mengalami satu atau dua efek samping yang ringan.

Efek samping kadang memiliki efek yang positif bagi beberapa wanita. Pada beberapa wanita yang mengalami efek seperti hot flushes, keringat pada malam hari, dan nyeri sendi, mereka memiliki kesempatan 10% lebih terhindar dari kambuhnya kanker payudara, dibanding dengan wanita yang tidak mengalami efek samping.

Seperti dikutip hellosehat.com Jum'at (10/3/2017) efek samping dari terapi hormon umumnya meliputi:

kering atau cairan pada vaginaperubahan moodberkurangnya hasrat seksualhot flushes dan berkeringatperubahan menstruasimerasa muallelah

Vagina kering atau malah mengeluarkan cairan

Kekeringan dapat menyebabkan kemungkinan infeksi pada vagina dan juga membuat berhubungan intim terasa sakit. Cairan vagina lebih umum terjadi jika Anda menggunakantamoxifen dibanding dengan jenis pengobatan hormon lainnya.

Perubahan mood

Pengobatan hormon dapat menyebabkan perubahan mood. Anda mungkin akan mengalami mood swing atau merasa sangat sedih. Kebanyakan wanita akan membaik seiring berjalannya waktu, namun konsultasikan dengan dokter jika kondisi ini berlanjut.

Nyeri sendi

Nyeri sendi terjadi terutama jika Anda menggunakan aromatase inhibitors dan luteinising hormone (LH) blockers, namun pengobatan hormon lainnya juga dapat menyebabkan nyeri sendi. Penghilang rasa sakit ringan seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu meringankan rasa nyeri. Jika rasa nyeri berlanjut, beri tahu dokter atau perawat.

Berkurangnya hasrat seksual

Pengobatan hormon dapat menyebabkan berkurangnya hasrat seksual. Hormon androgen, yang mempengaruhi dorongan seks, dihasilkan dari kelenjar adrenal. Kadar rendah androgen dapat menurunkan hasrat seks. Faktor lainnya yang mempengaruhi kondisi ini meliputi kekeringan vagina, lelah, perubahan mood, gelisah dan kehilangan percaya diri. Setelah pengobatan usai, dorongan seks Anda biasanya akan kembali seperti biasa.

Hot flushes dan berkeringat

Kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan hot flushes dan berkeringat. Terapi hormon yang digunakan untuk kanker payudara yang menyebabkan hot flushesumum terjadi pada luteinizing hormone (LH) blockers, karena obat-obatan ini menghentikan produksi estrogen pada tubuh.Hot flushes biasanya mereda seiringnya waktu. Anda akan diberi obat-obatan pengontrol hot flushes dan keringat seperti clonidine atau antidepresan.

Perubahan pada siklus menstruasi

Menstruasi dapat menjadi lebih ringan dan tidak teratur atau bahkan berhenti sama sekali jika Anda belum mengalami menopause dan menggunakan tamoxifen. Luteinising hormone (LH) blocker akan menghentikan menstruasi Anda. Menstruasi akan mulai kembali saat terapi usai. Namun pada beberapa wanita yang menstruasinya tidak kembali, mereka akan mengalami menopause dini. Hal ini lebih mungkin terjadi jika usia Anda dekat dengan usia menopause.

Mual

Anda mungkin akan merasa mual untuk beberapa hari pertama penggunaan obat, namun ini akan membaik. Jika Anda merasa sangat mual, tidak dapat makan atau minum, konsultasikan dengan dokter atau perawat. Anda mungkin akan diberikan tablet anti mual.

Lelah

Wajar jika Anda merasa lelah saat menjalani terapi hormon. Mengalami efek samping ini dapat menyulitkan dan membuat frustrasi. Energi Anda akan membaik seiringnya waktu, namun Anda mungkin selalu merasakan lelah setiap Anda menjalani pengobatan.

Selalu konsultasikan dengan dokter jika Anda merasa efek samping dari terapi hormon ini mengganggu.