Saturday, 25 March 2017

Hanura: Anggota KPU Jangan Diisi Orang Parpol

Putra Pasay-ist
Jakarta, PenaOne - Bola panas perpolitikan tanah air dilempar oleh Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penyelenggaraan Pemilu.

Mereka mengusulkan agar anggota KPU berasal dari partai politik (parpol).

Menanggapi lemparan bola panas Pansus  RUU tentang Penyelenggaraan Pemilu itu, Wakil Sekjen Partai Hanura Putra Pasay tidak sependapat dengan Pansus RUU tersebut.

Pasay menegaskan, sebaiknya anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) diisi oleh orang dari luar parpol agar terjaga indepensinya.

"Seharusnya KPU diisi orang dari non parpol. Sebagai wadah penyelenggara pesta demokrasi KPU harus terbebas dari kepentingan politik. Hal itu untuk menjaga pemilu tetap bermartabat," kata Pasay dalam pesan singkat yang diterima Redaksi PenaOne.com Sabtu (25/3/2017).

Sebelumnya, Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy mengatakan usulan tersebut adalah salah satu hasil dari kunjungan kerja yang dilakukan Pansus dan Panitia Kerja (Panja) ke Jerman dan Meksiko.

"Iya, itu wacana yang dikembangkan," ujar Lukman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017).

Lukman mengatakan, di Jerman keanggotaan KPU berasal dari berbagai unsur. Pertama untuk posisi ketua KPU berasal dari lingkup pemerintahan. Kedua untuk anggotanya berasal dari unsur partai politik, dan ketiga, bisa juga berasal dari unsur masyarakat.

"Di (negara) kita unsur masyarakat semua, nah apakah ini mau disesuaikan kita membuat komposisi KPU yang ada unsur pemerintahnya, unsur parpol, dan unsur masyarakat?" kata Lukman.

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR mengamini usulan Panitia Khusus Pemilu mengenai keanggotaan KPU dari unsur parpol.

Ia bahkan mengusulkan agar seluruh anggota KPU terdiri dari unsur parpol.

"Saya lebih cenderung memang KPU adalah perwakilan partai. Sudah difix-in saja begitu. Daripada sekarang ini, kita enggak tahu dan sudah banyak korban juga. Karena ada anggota KPU yang kita anggap netral. Tapi kenyataannya sudah bekerja untuk sekelompok parpol. Lebih baik semua saja orang partai di situ," ujar Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017).

Penulis: Dwitanto