Tuesday, 7 March 2017

Hanura: Kader Demokrat yang Mbelot Butuh Kenyamanan

Sri Mulyono. foto-ist
Jakarta, PenaOne - Hengakangnya
ratusan kader Partai Demoktat di Jawa Tengah ke Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) beberapa hari lalu ditanggapi "nyinyir" oleh fungsionaris partai Demokrat Andi Arief.

Dalam akun twiiter pribadinya @andiariefaa mantan staf khusus presiden SBY bidang bencana alam ini  mencuit, "kader demokrat cepat bersih".

Menanggapi "nyinyiran" Andi Arief itu Ketua Divisi Komunikasi PubliknDPP Partai Hanura Sri Mulyono mengatakan, soal bersih atau kotor sebuah partai itu urusan internal partai. Bukan urusan orang partai lain.

Tapi menurut Sri, soal eksodus dari sebuah partai ke partai lainnya itu ada beberapa indikator yang bisa dijadikan alasan.

"Sebagai faktor penyebab yang pertama harapan seseorang atau kelompok orang bergabung dengan sebuah lembaga dalam hal ini partai pasti mempunyai sebuah harapan," kata Sri Mulyono saat dikontak Redaksi PenaOne.com Selasa (7/3/2017).

Loyalis Anas Urbaningrum ini menambahkan, mungkin dipartai lama para kader sudah tidak punya harapan lagi jadi sekarang pindah ke Partai Hanura.

"Mereka sudah tidak nyaman lagi di Demokrat makanya pindah ke Hanura," tegasnya.

Disamping itu kepindahan mereka juga dilandasi faktor kenyamanan.  Berorganisasi masih kata Sri,  perlu rasa nyaman dan menyenangkan.

"Perlu penghargaan atas kapasitas dan kualitas serta posisi jelas dalam istilah modern disebut meritokrasi. Boleh jadi para kader tidak nyaman dengan kondisi dinasti yang semakin berkuasa dan melawan asas demokrasi modern," ujarnya.

Penulis: Dwitanto