Wednesday, 22 March 2017

IAW Desak KPK Umumkan 14 Nama Pengembali Duit Haram e-KTP

Junisab Akbar-dok.
Jakarta, PenaOne - Ketua Pendiri Indonesia Audit Watcah (IAW) Junisab Akbar mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan nama 14 orang yang telah mengembalikan uang dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) sebesar Rp 450 miliar.

Junisab, menegaskan sebagai lembaga pemberantarasan korupsi selain Kepolisian dan Kejaksaan,  maka KPK tidak punya alasan untuk menutup-nutupi nama-nama itu.

"Sesuai Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik KPK harus membukanya. Jika ada kekhawatiran akan keselamatan orang itu toh ada Lembaga Saksi dan Korban (LPSK) sebagai lembaga negara yang biasa diperguanakan," kata Junisab di Jakarta, Rabu (22/3/2016).

IAW kata Junisab, mendukung langkah KPK membongkar siapa penerima uang korupsi e-KTP yang merugikan uang negara hampir Rp 2,3 triliun itu.

"Kan sudah banyak nama-nama yang disebut Jaksa KPK dalam persidangan di pengadilan Tipikor. Kenapa tidak satupun nama disebut secara terbuka? Jika memang KPK memiliki minimal 2 alat bukti,  segera tetapkan dong mereka jadi tersangka," jelas mantan anggota komisi III DPR RI ini.

Sebelumnya, KPK telah menerima penyerahan uang sebesar Rp 250 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP.

Penyerahan uang tersebut berasal dari berbagai pihak yang terlibat dalam proyek pengadaan.

"Total uang yang telah dikembalikan kepada penyidik sebesar Rp 250 miliar," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Rabu (8/2/2017). (*/ha)