Wednesday, 22 March 2017

Ini Penjelasan Lengkap SBY Soal Mobil Dinasnya

foto-net.
Jakarta, PenaOne - Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara soal mobil dinas presiden yang masih melekat pada dirinya. Melalui pesan WhatApps yang diterima banyak wartawan termasuk PenaOne.com, SBY mengatakan, menurut Undang-undang Nomor 7 Tahun 1978, Pasal 8 disebutkan bahwa bekas (mantan) Presiden & Wakil Presiden disediakan sebuah kendaraan milik negara beserta pengemudinya.

"Dasar hukumnya sangat jelas. Karenanya, ketika setelah 20 Oktober 2014 dulu, mobil yang telah 7 tahun saya gunakan itu diantar dan diserahkan ke rumah saya, saya nilai tidak salah. Apalagi dijelaskan bahwa mobil itu tetap milik negara, dan operasional mobil tersebut beserta pengemudinya di bawah kendali Paspampres," ujar SBY Selasa (21/3/2017).

Sebenarnya menurut SBY, mobil keras yang disediakan negara tersebut sangat jarang saya gunakan. Terakhir kali saya naiki bulan September 2016  (6 bulan yang lalu) dan waktu itu baru saya gunakan sekitar 20 menit langsung rusak.

"Mobil tersebut kini berusia 10 tahun dan mudah sekali mengalami gangguan," jelasnya.

SBY menjelaskan, sudah agak lama saya berencana menyerahkan kendaraan tersebut ke negara (staf dan unsur Paspampres yang melekat sudah saya beritahu). Namun, rangkaian perbaikannya baru selesai minggu lalu. Tidak mungkin saya kembalikan mobil tersebut dalam keadaan rusak. 2 hari yg lalu Dan Group D Paspampres sedang mengurus proses pengembaliannya.

"Saya sedih, justeru dengan niat baik itu, hari ini pemberitaan media sangat menyudutkan saya, seolah saya bawa mobil yang bukan hak saya," ungkap Ketua umum Partai Demokrat itu

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden Djarmansjah Djumala membenarkan, terkait adanya peminjaman mobil dinas kepresidenan.

"Mobil kepresidenan yang operasional ada delapan. Satu dipinjamkan kepada Presiden terdahulu," ujar Kepala Sekretariat Presiden Djarmansjah Djumala saat ditanya mengenai kebenaran peminjaman salah satu mobil dinas presiden oleh SBY.

Djumala menjelaskan, kendaraan operasional baik untuk presiden dan wakil presiden jumlahnya delapan unit. Hanya saja, karena SBY meminjam satu mobil kepresidenan sehingga mobil yang siap beroperasi tinggal tujuh unit.

Mogoknya mobil kepresidenan Jokowi mencuat saat kunjungan kerja ke Kalimantan Barat. Saat itu, Mercedes Benz S600 Pullman Guard tersebut tiba-tiba berhenti di kawasan Mempawah menuju Pontianak.

Ternyata, mogoknya mobil Presiden Jokowi bukan yang pertama. Sebelumnya, mobil kepresiden juga sempat mogok di Banjarnegara, Ponorogo, dan Magetan.

Penulis: Dwitanto