Friday, 24 March 2017

Kapolda: Kabar Penculikan di Pelalawan Hanya Rekayasa Anak SD

Ilustrasi
Pekanbaru, PenaOne - Kabar yang beredar tentang upaya penculikan terhadap MH (11) pelajar Sekolah Dasar kelas V Albayan di Kelurahan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan ternyata hoax. Hal tersebut ditegaskan Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

"Saya sudah konfirmasi ke Kapolresnya, diduga anak tersebut berkilah karena terlambat mengikuti salat Zuhur," ujar Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara Kamis (23/3/2017).

Kapolda juga menjelaskan, bahwa anak tersebut terbilang sangat cerdas sekali dalam menjelaskan kronologisnya. Diduga anak ini berpura-pura diculik untuk mengelabui para gurunya. Pasalnya dia terlambat dalam menjalankan salat bersama di Mesjid yang diadakan sekolahnya.

"Saat ingin melaksanakan salat bersama di masjid, dia pulang terlebih dahulu. Pasalnya rumah dan sekolahnya berdekatan, sehingga dia terlambat mengikuti salat. Takut ketahuan oleh gurunya, maka diberikanlah alasan kenapa dia terlambat. Dengan alasan dirinya telah diculik orang," terang Kapolda dikutip halloriau.com.

Alasan bocah 11 tahun ini terbilang brilian, terbukti dengan adanya pemberitaan yang menyebutkan dirinya telah dilakukan upaya penculikan. Yang sebenarnya itu diduga cuma alasan dia supaya tidak dimarahi oleh gurunya karena terlambat dalam mengerjakan salat Zuhur bersama.

"Berita itu tidak benar, cuma diduga dia beralasan untuk tidak dimarahi gurunya karena terlambat dalam mengerjakan salat Zuhur bersama," singkat Kapolda.

Berita sebelumnya, seorang bocah 11 tahun dikabarkan telah diculik oleh 5 orang tidak dikanal dengan menggunakan mobil Toyota Avanza, Rabu (22/3/2017) siang.

Dalam aksi penculikan tersebut, dirinya berhasil meloloskan dari dari para pelaku dengan meronta-ronta hingga akhirnya korban dilempar dari dalam mobil di persimpangan jalan. (*/ha)