Wednesday, 15 March 2017

Lantamal IV Kandangkan Kapal TB STA-1

foto-Aulia
Tanjungpinang, PenaOne - Kapal Motor (KM) TB STA-1 diamankan Unit-1 Jatanrasla Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV diperairan Tanjung Uncang Batam, Kepulauan Riau (Kepri) karena diduga melanggar Undang-undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, kemarin.

“Dari hasil pemeriksaan, TB STA-1 GT 314 berbendera Indonesia dinakhodai oleh RZ dengan 8 orang ABK merupakan milik PT WSC Batam. Kapal berlayar dari Sagulung dengan tujuan Pulau Sambu,” jelas Danlantamal IV Laksma TNI S Irawan, kepada wartawan Rabu (15/3/2017).

Lebih lanjut Danlantamal IV menegaskan dugaan pelanggaran yang dilakukan diantaranya nakhoda RZ dan masinis-1 A tidak memiliki perjanjian kerja laut, tidak memiliki buku Sijil dan tidak dapat menunjukkan buku pelaut.

“Dari dugaan pelanggaran tersebut, nakhoda kapal akan dijerat dengan pelanggaran terhadap UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, yaitu pasal 312 "Setiap orang yang mempekerjakan seseorang di kapal dalam jabatan apapun tanpa sijil dan tanpa memiliki kompetensi dan keterampilam serta dokumen pelaut yang dipersyaratkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 145 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda sebanyak RP 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah)," tutur Irawan.

“Untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba seluruh ABK di tes urin. Tidak hanya sampai disitu, tim WFQR juga menerjunkan Unit K-9 untuk memastikan bahwa tidak ada barang terlarang di kapal tersebut,” kata Danlantamal IV.

Guna proses hukum lebih lanjut, kapal beserta seluruh ABK diamankan di Dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang.

Penulis: Aulia