Friday, 17 March 2017

Lebih Baik Pelihara Ayam Ketimbang Pelihara Hoax

Surakarta, PenaOne - Media adalah agen perubahan yang menyebarluaskan kebenaran. Paradigma inilah yang mendorong Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP untuk aktif mengampanyekan gerakan anti-hoax kepada publik di sela-sela kesibukannya.

Usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-Eks Karesidenan Surakarta di Pendapa Kabupaten Boyolali dan meninjau jembatan darurat Grawah, Ganjar menyambangi sejumlah perusahaan media untuk menggaungkan gerakan anti-hoax. Redaksi Radar Solo, Redaksi Joglosemar, Radio PTPN Rasitania Solo 99.6 FM, dan Radio JPI pun dikunjunginya.

Bersama awak media, alumnus UGM itu berbincang tentang arti penting kebenaran informasi bagi publik. Menurut Ganjar, masyarakat harus benar-benar cermat memahami informasi apapun yang diterimanya. Pasalnya, informasi yang tidak jelas kebenarannya atau hoax dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Media itu harus berupaya 100 persen benar, 100 persen anti-hoax,” tegasnya kemarin.

Sembari berkelakar, Ganjar menganalogikan kepada publik, lebih baik mereka memelihara binatang ternak daripada memelihara hoax. Dengan memelihara hoax, artinya mereka siap untuk menanggung kerugiannya. Seperti konflik yang mungkin terjadi di tengah masyarakat. Ganjar berharap, awak media senantiasa berkomitmen untuk menjunjung akurasi informasi bagi publik melalui praktik jurnalisme yang bertanggung jawab.

“Mudah-mudahan kita bisa guyub rukun merawat kebhinnekaan. Jangan pernah memelihara hoax. Karena memelihara hoax akan beranak masalah. Peliharalah ayam, bebek, ikan malah bisa sugih,” pesannya sembari tersenyum.