Wednesday, 15 March 2017

Mahfud MD: Korupsi e-KTP ada Imam, Muadzdzin dan Jamaah

foto-twitter @mohmahfudmd
Jakarta, PenaOne - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, jika benar dakwaan Jaksa KPK dalam sidang korupsi e-KTP senilai Rp 2,3 triliun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta beberapa waktu itu merupakan contoh yang sempurna tentang arti sebuah korupsi berjamaah.

"Kalau benar dakwaan KPK, korupsi e-KTP adl cnth yg sempurna ttg korupsi berjamaah. Ada imam, muadzdzin, jamaah. Jamaah paling byk dari DPR" cuit Mahfud dalam akun twiiternya @mohmahfudmd yang dikutip PenaOne.com Rabu (15/3/2017).

Cuitan Mahfud itu langsung dikomentari pengikutnya di twitter.

@mohmahfudmd sampai segitunya dianalogikan pak, sangat tercela korupsi disamakan dg imam atau muazin saya rasa bahasanya kurang tepat !, cuit @ElfianSKM.

Mahfud pun santai menanggapi cuitan @ElfianSKM. "Istilah2 itu netral sj. Imam adl pengendali, muadzdzin adl juru panggil/pemberi isyarat, jamaah adl pengikut. Itu bs dii'tibarkan korupsi," cuit Maffud.

Sementara @khairil71 mencuit, @mohmahfudmd pak..!! kalau kritis terhdap korupsi  silahkan..!! tapi jangn buat kata kinayah dgn imam,muazin dn jamaah. memperburuk citra islam..insyaf.

"@mohmahfudmd  yang jelas apapun istilah-nya Prof, korupsi di berantas dan para koruptor di penjara," @kabe_kitaro.

Dalam dakwaan Jaksa KPK di Pengadilan Tipikor menyebut banyak pihak turut menerima kosrups e-KTP diantaranya: Gamawan Fauzi, Diah Anggraini, Drajat Wisnu Setyaan, Anas Urbaningrum, Melcias Marchus, Olly Dondokambey, Tamsil Lindrung, Arief Wibowo, Chaeruman Harahap, Ganjar Pranowo, Setya Novanto, Marzuki Alie dan masih banyak lagi lainnya.

Penulis: Dwitanto