Monday, 6 March 2017

Singapura Acungi Jempol Kepemimpinan Indonesia


Jakarta, PenaOne - Selesai memimpin pertemuan Council of Ministers dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association 2017, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Senior Minister of State, Ministry of Defense and Ministry of Foreign Affairs, Singapura, Mohamad Maliki bin Osman.

“Singapura sangat mengapresiasi Jakarta Concord, even kita sudah berbicara mengenai plan of action. Biasanya pada saat kita menyepakati sesuatu, masih diperlukan waktu  untuk menyusun plan of action. Tetapi kali ini, vision yang sudah ada, kerjasama konkrit diharapkan dapat terus ditingkatkan di masa yang akan dating,” ujar Menlu Retno Senin (6/3/2017).

Dalam kesempatan ini, ia juga menyambut gembira hubungan kerjasama diplomatik antara Indonesia dan Singapura yang telah berusia 50 tahun.

Hal ini terlihat dari kepercayaan Singapura berinvestasi di Indonesia yang mengalami peningkatan hingga 90% daripada tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, untuk memperingati 50 tahun persahabatan kedua negara, Indonesia dan Singapura merencanakan leaders trip pada bulan September 2017.

Dalam pertemuan bilateral ini, Menlu Retno Marsudi juga membahas sektor pendidikan dan pertukaran budaya yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam KTT IORA 2017.

"Kita juga berbicara mengenai masalah pendidikan, people to people contact, dan budaya. Anak-anak muda memiliki peran penting untuk melanjutkan 50  tahun hubungan yang sudah baik dengan Singapura,” ujarnya dikutip setneg.go.id.

Pada kesempatan yang sama, Senior Minister of State Singapura, Mohamad Maliki bin Osman memuji keberhasilan IORA dibawah kepemimpinan Indonesia yang terlihat dari hasil dokumen-dokumen IORA, salah satunya yang fokus pada perlawanan terhadap ekstrimisme dan terorisme.

 “Action plan adalah dokumen yang penting, karena tidak hanya membuat IORA bergerak maju, tetapi membuat Negara anggota bekerjasama untuk di setiap sektor yang menjadi prioritas pengembangan di Negara masing-masing," ujar Mohamad Osman.