Tuesday, 7 March 2017

Trah Cikeas Bercokol, Kerja Keras di Demokrat Tetap Sia-sia

foto-net.
Jakarta, PenaOne - Hengkangnya ratusan kader Partai Demokarat ke Partai Hanura pekan lalu dilandasi tidak adanya kecocokan lagi dengan gaya kepemimpinan Ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ini.

Posisi strategis Partai Demokrat saat ini sudah 'dikuasi' oleh trah Cikeas. Gaya kepemimpinan seperti itu dikhawatirkan akan membuat Partai Demokrat hancur lebur kedepannya.

Demikian dikatakan Sudewo mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat periode 2009-2014 yang kini memilih bergabung ke Partai Hanura saat berbincang dengan PenaOne.com Selasa (7/3/2017).

"Ratusan kader partai Demokrat Kota Semarang pindah ke Partai Hanura karena sudah tidak betah. Posisi strategis di Demokrat sekarang sudah dikuasai oleh keluarga Cikeas," ujarnya.

Sudewo mencontohkan, kepengurusan ditingkat pusat. Posisi Ketua Umum dipegang SBY. Sedang Ketua OKK dijabat adik ipar SBY yakni Jenderal (purn) Pramono Edi Wibowo.

"Anak SBY, Edi Baskoro Yudhoyono alias Ibas diberikan mandat jadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu). Gimana partai Demokrat akan maju," jelasnya.

Menurut Sudewo, trah SBY tidak hanya mendominasi kepengurusan ditingkat pusat saja. Namun, model kepengurusan keluarga itu juga sudah merambah di tingkat DPW dan Cabang.

"Mereka patah semangat karena  kerja keraspun akan sia-sia. Posisi-posisi yang strategis tidak akan dipegang oleh kader lain," tegas mantan Pengurus Harian DPP Partai Demokrat tahun 2010-2012 ini.

Jadi masih menurutnya, kader Demokrat yang pindah ke Partai Hanura bukan karena mereka tidak bersih. Semua yang pindah mempunyai track record yang baik.

"Tidak ada satupun kader yang pindah ini bermasalah dengan hukum. Mereka sengaja ingin berada di rumah baru yang bisa mengembangkan dan kariernya," pungkas Sudewo yang kini menjabat sebagai Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Provinsi Jawa Tengah DPP Hanura.

Penulis: Dwitanto