Friday, 3 March 2017

Wagub Paku Alam X Kunjungi Sumsel

Yogya, PenaOne - Setelah seharian penuh menempuh serangkaian perjalanan panjang dari Palembang-Lahat-Keban Agung Rombongan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X dalam rangka Tilik Warga Transmigran petang malam tadi 9 Kamis, (2/3) di Jamu Bupati Lahat, Provinsi Sumatra Selatan di Plataran Kolam Renang Hotel Grand Zuri dan dihadiri sesepuh Jawa yang ada di Lahat T. Darmanto, Pejabat Forkopimda Kabupaten Lahat, Tokoh tokoh transmigran asal Jawa dan pejabat SKPD lainnya di Lahat. Sesepuh Warga Jawa di Lokasi transmigrasi.

T. Darmanto dalam kesempatan ucapan selamat datang rombongan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X menyampaikan apresiasianya kepada rombangan Wakil Gubernur DIY yang telah berkunjung ke Lahat Tilik warganya. Dia juga berharapbahwa kunjungan semacam ini tidak hanya selesai hanya pada kunjungan ini saja ,namun hendaknya berkembang kepada yang lain.

Untuk itu Darmanto minta kepada Wagub DIY Paku Alam X bahwa antara Jogja dengan Lahat itu sama, Yang tidak sama adalah berkembangnya sangat cepat karena didukung oleh SDM yang sangat berkualitas karena Jogja sebagai Kota pendidikan, sementara Lahat banyak memiliki SDA kurang tenaga terdidik/ahli.

Oleh karena kunjungan ini bisa kiranya ditindaklanjuti kerjasama dibidang itu agar Lahat juga cepat maju dengan mengirimkan tenaga-tenaga ahli Jogja ke Lahat di bidang kepariwisataan seni budaya, pendidikan, pertanian.

Apalagi Yogyakarta menjadi tujuan wisata internasional bisa memberikan ilmunya dari Jogja untuk Lahat, karena Lahak juga memiliki potensi wisata tetapi belum pandai mengelolanya.

Menanggapi hal tersebut Wakil Gubernur Paku Alam X mengatakan bahwa hal itu juga menjadi keinginannya bahkan secara tidak langsung sudah dilakukannya dengan memberikan pendidikan warga Lahat atau generasi muda Kabupaten Lahat yang belajar di Jogja. Karena lanjut Paku Alam X dengan dia belajar di Jogja akan terjadi asimilasi/akurturasi budaya antara Jogja-Lahat terkait dengan bidang pendidikan seni dan budaya dan lain-lainnya.

Sementara terkait dengan destinasi Pariwisata mungkin ini bisa untuk menjadi masukan untuk Bupati dan masyarakat Lahat, sebenarnya kami tandas Wakil Gubernur bahwa kami tidak mendorong Jogjakarta menjadi destinasi Pariwisata , tetapi kami mendorong Jogja menjadi kota budaya yang miliki fasilitas pariwisata yang memadai.

"Karena kalau dibentuk kota pariwisata itu hanya jual beli, Namun ketika itu dibentuk menjadi kota area budaya akan lebih kental hubungan kekeluargaannnya dan itu akan menarik pariwisata. Kalau sampai terjadi ada orang ke jogja itu, karena budayanya," ungkapnya dikutip jogjaprov.go.id.

Dengan budaya dibangun otomatis pariwisatanya akan mengikuti. Sebab kalau pariwisata yang menjadi tujuan akan rusak, namun kalau budaya yang menjadi tujuan dibangun akan menjadi kuat, karena budaya itu menjadi landasan dari segala hal termasuk pembangunan pariwisata itu sendiri.

Contoh Malioboro orang akan selalu ingin kembali , kembali ke malioboro, sebenarnya ada apa orang selalu ingin kembali ke malioboro, kembali ke jogja. Itu sebenarnya karena budaya, Harapan Paku Alam X ini terjadi di Kabupaten Lahat juga karena budaya, di Lahat Budayanya kan luar biasa.

Sehingga Paku Alam X   mengingatkan bahwa jangan sekali-kali mengarahkan ke kota Pariwisata. Kota budayakota yang berkarakter,persaudaraan yang kuat, pasedulurane kuat bahkan menarik wisata dan pemerintah mempunyai kewajiban untuk memfasilitasinya.

Mengakhiri sambutannya wakil Gubernur DIY Paku Alam X berharap apapun yang diushakan oleh Bupati bersama pemerintah menjadi tidak berguna ketika masyarakat itu sendiri tidak aktif dan berperanserta dan kata kuncinya warga harus diberdayakan.