Tuesday, 4 April 2017

5 Pemain yang Pernah Memperkuat Chelsea dan Manchester City

foto-net
Jakarta, PenaOne - Chelsea akan menjamuManchester City pada laga pekan ke-31 Premier League musim 2016-2017 di Stamford Bridge, London, Rabu (5/4/2017). Pertemuan kedua kesebelasan akan menjadi adu gengsi pemain-pemain mahal yang mereka miliki

Chelsea dan Manchester City merupakan dua kesebelasan perusak peta persaingan Premier League, sejak keduanya menjadi klub "kaya baru". Chelsea diakuisisi konglomerat asal Rusia, Roman Abramovich, sejak Juli 2003, sementara Manchester City mengikuti jejak mereka setelah dibeli miliarder dari Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mansour, lima tahun kemudian.

Sadar tidak memiliki sejarah sukses, kedua kesebelasan memilih cara instan dengan membeli pemain dari klub-klub rival, strategi ini sekaligus untuk melemahkan lawan-lawan mereka. Ketika Manchester City belum menerapkan strategi tersebut, The Blues telah lebih dulu melakukannya.

Sebelum dimiliki Sheikh Mansour, Manchester City merupakan kesebelasan yang dikenal gemar menampung pemain-pemain tua. Beberapa kali mereka menampung bekas pemain The Blues.

Berikut ini adalah lima pemain yang pernah memperkuat Chelsea dan Manchester City:

Shaun Wright-Phillips

Chelsea menjalankan strategi melemahkan rival ketika mendatangkan Shaun Wright-Phillips seharga 21 juta poundsterling (Rp 349 miliar) dari Manchester City, pada 1 Juli 2005. Pelatih saat itu, Jose Mourinho, merasa Shaun Wright-Phillips adalah pemain yang kerap merepotkan timnya.

Menjadi pilihan nomer satu di Manchester City, Wright-Phillips mengalami kesulitan bersaing di Chelsea. Tiga musim membela The Blues, Wright-Phillips hanya mencatat 6.138 menit bermain.

Meski mengaku bahagia di London, Wright-Phillips memutuskan untuk kembali ke Manchester City. Sang pemain ditebus dengan banderol 8,5 juta poundsterling (Rp 141 miliar) pada awal musim 2008-2009.

Bersama Chelsea, mantan pemain timnas Inggris ini meraih gelar Premier League, Piala FA, Piala Liga Inggris, serta Community Shield. Sedangkan di Manchester City, dia hanya memenangi satu trofi Piala FA.

Wayne Bridge

Chelsea memiliki ekspektasi tinggi ketika merekrut Wayne Bridge dari Southampton. Akan tetapi, kariernya di Stamford Bridge tidak sesuai harapan.

Rentetan cedera yang menimpanya, membuat Bridge tersingkir dari skuat utama The Blues. Hal tersebut membuat Chelsea mendatangkan Ashley Cole dari Arsenal untuk mengisi pos di lini kiri pertahanan mereka.

Awal musim 2009-2010, manajer Manchester City saat itu, Mark Hughes, memanfaatkan kondisi Bridge di Chelsea. Butuh tambahan kekuatan di posisi bek kiri, The Citizens membeli Bridge seharga 10 juta poundsterling (Rp 166 miliar).

Daniel Sturridge

Digadang-gadang sebagai penyerang masa depan timnas Inggris, membuat Daniel Sturridge diincar oleh klub-klub besar. Chelsea menjadi kesebelasan yang mendapatkan tanda tangan Sturridge.

Untuk mendapatkan jasa Sturridge, Chelsea harus mengeluarkan kocek sebesar 8,3 juta poundsterling (Rp 137 miliar). Dia resmi pindah ke Chelsea pada 3 Juli 2009.

Pelatih The Blues saat itu, Carlo Ancelotti, mengubah posisi Sturridge menjadi penyerang sayap. Dua tahun kemudian, Sturridge justru dipinjamkan ke Bolton selama enam bulan.

Merasa tidak berkembang di Chelsea, Sturridge memutuskan untuk menerima tawaran Liverpool pada musim 2012-2013. Chelsea memperoleh keuntungan hampir dua kali lipat dari harga beli.

Nicolas Anelka

Nicolas Anelka merupakan pemain yang gemar bergonta-ganti kesebelasan. Sepanjang kariernya, pria asal Prancis ini telah memperkuat 12 klub.

Anelka menerima lamaran dari Manchester City pada awal musim 2002-2003. Dia dibeli dari dari Paris Saint-Germain seharga 13 juta poundsterling (Rp 216 miliar).

Selama membela The Citizens, Anelka menjadi penyerang andalan klub tersebut. Tiga tahun di City of Manchester Stadium (sekarang bernama Etihad Stadium), dia mencetak 45 gol untuk Manchester City di seluruh kompetisi.

Karena alasan keagamaan, Anelka pindah ke Fenerbache pada Januari 2005, sebelum kembali ke Inggris untuk membela Bolton Wanderers satu setengah tahun kemudian. Performa apiknya di Bolton, membuat Chelsea membelinya dengan banderol 15 juta poundsterling (Rp 248 miliar) pada pertengahan musim 2007-2008.

Frank Lampard

Memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa serta pengabdian selama 13 tahun untuk Chelsea, membuat Frank Lampard menjadi sosok favorit para pendukung The Blues. Wajar, saudara Jammie Redknapp ini merupakan salah satu pilar kebangkitan klub tersebut.

Bergabung dengan Chelsea pada 1 Juli 2001, Lampard memenangi hampir seluruh gelar yang tersedia di level klub. Bersama The Blues, dia meraih 13 trofi bergengsi seperti Premier League, Liga Champions, dan Liga Europa.

Kisah manis Lampard bersama Chelsea berakhir pada 23 Mei 2014. Saat itu manajemen The Blues mengungkap, Lampard merupakan salah satu pemain yang akan mereka lepas.

Setelah kontraknya berakhir, dikutip bola.com, Lampard bergabung dengan klub Major League Soccer (MLS), New York City FC. Akan tetapi, dia langsung dipinjamkan ke Manchester City dengan alasan untuk menjaga kebugaran.

Selama membela Manchester City, Lampard dua kali bertemu dengan Chelsea. Dia juga menolak untuk melakukan selebrasi sewaktu mencetak gol ke gawang The Blues. (nah)