Thursday, 6 April 2017

Bijak Bermedsos, Saring Sebelum Sharing

Jakarta, PenaOne -  Direktur Urusan dan Pendidikan (Urpendik) Agama Buddha Supriyadi mengingatkan jajarannya untuk arif dan pandai dalam menggunakan media sosial.

Menurutnya, tidak semua pesan yang diterima harus dibagikan kepada lainnya. ASN Bimas Buddha harus mampu menimbang apakah informasi tersebut bermanfaat atau tidak.

"ASN harus mampu menyaring sebelum men-sharing setiap berita yang diterima. Ini penting untuk memastikan info yang dishare itu bermanfaat. Juga baik dalam membangun citra positif jika dikonsumsi secara masal," kata Supriyadi saat memberikan sambutan pada Workshop Pengelolaan Media Sosial di Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Menurut Supriyadi, workshop ini strategis, selain untuk meningkatkan kompetensi pengelola media sosial, juga pemanfaatannya dalam image building Kemenag dan penyelesaian krisis komunikasi.

Dikatakan Supriyadi, pengelola sistem informasi adalah humas di masing masing satkernya yang harus dapat memberikan layanan informasi sebaik mungkin.

"Melalui penggunaan media sosial yang positif, ASN Bimas Buddha juga dapat membangun opini dan citra yang baik dalam lingkungan Kementerian Agama," tandasnya.

Workshop ini diikuti 98 peserta, terdiri dari para pengelola sistem informasi pusat dan daerah, serta utusan dari Bimas Kristen, Katolik, dan Hindu.

Kasubag Sistem Informasi Bimas Buddha, Partiyem dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi yang baik dan mankus.

Dengan begitu, peserta dapat menggunakan media sosial untuk hal-hal positif dan edukatif. Mereka diharapkan juga mampu mengelola media sosial dengan baik sebagai sarana humas dalam membangun opini, citra Kementerian Agama.

Di samping itu, lanjut Partiyem, dikutip kemenag.go.id mampu menyelesaikan krisis komunikasi di media sosial, mampu membina komunikasi publik.

Setelah mengikuti workshop ini, peserta juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Bimas Buddha melalui pemanfaatan media sosial. (sbb/nyu)