Monday, 24 April 2017

Gara-gara Teror Wartawan, Orang Dekat Bupati Dikecam

Jakarta, PenaOne - Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I Effendy Sianipar mengatakan dalam negara demokrasi seperti saat ini tidak ada lagi ancam mengancam. Apalagi ancaman itu ditujukkan kepada wartawan.

"Tidak ada yang boleh mengancam insan pers. Karena pemberitaan dilindungi oleh Undang-undang," ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini dalam pesan singkatnya berbasis WhatsApp Senin ( 24/4/2017) kepada wartawan.

Pria yang kini duduk di Komisi IV DPR RI ini menambahkan, sepanjang menganut azas praduga tak bersalah maka pihak yang di beritakan harus menerima dan tidak boleh mengancam.

"Ancaman tidak boleh dilakukan pada siapapun termasuk wartawan," kata dia.

Senada dengan Efendy, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) provinsi Riau H Ir Yifa Rendi melalui Ketua Bidang Humas IWO prov Riau Sefianus Zai mengatakan pers mempunyai fungsi kontrol sosial sesuai UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

"Undang-undang ini wajib dibaca dan di pahami oleh siapapun. Terlebih pejabat publik," kata dia.

Ia mengingatkan, semestinya kritikan dari media menjadi momentum bagi pejabat yang dimaksud untuk memberi klarifikasi. "Pemimpin yang bijaksana adalah pemimpin yang sejati," jelasnya.

Ia mengajak seluruh anggota IWO provinsi Riau tidak gentar dengan namanya ancaman.

"Jamgan takut dengan ancaman. Jangan sampai kebebasan pers dikangkangi," pungkas pria berkacamata ini.

Pemimpin Redaksi erariau.com Muhammad Budianto belakangan ini mendapat ancaman terkait pemberitaan dimedianya. Pemicunya, erariau.com menerbitkan berita berjudul "Rumah Dinas  Bupati Bengkalis Bak Istana Namun Masih Diatas Penderitaan Rakyatnya". Ancaman diduga dilakukan oleh orang dekat Bupati Bengkalis Amril Mukminin. (bian/tan)