Selasa, 11 April 2017

Gugatan Bupati Jabung Timur Tidak Masuk Akal

Jakarta, PenaOne - Gugatan perdata yang dilayangkan Bupati Tanjung Jabung Timur, H. Romi Hariyanto, SE. atas PT. Sumber Cipta Moda dan pengusaha Toni Daud Tjoa  dinilai  tidak masuk akal dan terkesan mengada-ada.

Demikian disampaikan kuasa hukum tergugat, Sandra Nangoy, dalam siaran pers yang diterima PenaOne.com Selasa (11/4/2017).

Menurut Sandra, pengusaha Toni Daud Tjoa, pemilik Kapal Motor Tunda Moda II yang tanpa sengaja telah menabrak tiang Jembatan Sabak, Jambi pada tanggal 27 Nopember 2014, telah sangat kooperatif dengan pihak Pemda Tanjung Jabung Timur.

"Bahkan saat asuransi yang seharusnya meng-cover biaya akibat kejadian tersebut kemudian menolak membayar, Pak Toni tetap komit untuk melakukan perbaikan dengan dana pribadi sebagai bentuk tanggung jawab beliau," papar Sandra.

Lebih lanjut Sandra menjelaskan, permasalahan muncul karena adanya perbedaan penghitungan. Appraisal awal yang dibuat oleh pihak asuransi menyebutkan kerugian yang diakibatkan tertabraknya tiang jembatan tidak lebih dari Rp5 Milyar.

"Namun perhitungan versi Pemda justru melambung nyaris mencapai Rp21,6 Milyar, kan aneh!”

Untuk diketahui, harga yang sedemikian tinggi disebabkan adanya penambahan tiang pancang yang mencapai 8 (delapan) padahal yang ditabrak hanya satu tiang.

"Ibarat yang mengalami kecelakaan itu gerobak kuda tapi perhitungan kerugian bisa untuk beli mobil," tukas Sandra.

Diketahui, jembatan Muara Sabak di Provinsi Jambi sepanjang 735 Meter menghubungkan Kecamatan Sabak Timur dengan Kecamatan Sabak Barat, Kecamatan Rantau Rasau, Kacamatan Nipah Panjang dan Kecamatan Berbak resmi difungsikan sejak 2012.

Diketahui pada tanggal 27 Nopember 2014 pukul 20.30 Kapal Tunda Moda II yang menggandeng tongkang Sumber Cipta II bermuatan CPO (Crude Palm Oil) milik PT. Wilmar Naba Indonesia bertolak dari Jambi menuju Dumai tanpa sengaja menabrak salah satu tiang Jembatan Sabak. (bian)