Rabu, 19 April 2017

IWO Kecam Pelaku Kekerasan Wartawan di Makassar dan Pekanbaru

Jakarta, PenaOne - Masih banyaknya kekerasan yang dilakukan aparat terhadap wartawan adalah ekspresi dari sempitnya pengetahuan aparat tentang tugas wartawan dan pendeknya sumbu aparat yang merasa sebagai pemilik kekuasaan dan bukan pelayan masyarakat.

Ikatan Wartawan Online (IWO) mengutuk kekerasan terhadap wartawan yang terjadi kemarin, Selasa 18 April 2017 yang dialami Salim Mamma Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dikeroyok oleh oknum Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) di Makassar dan Uparlin Tunggul Sahala Maharadja wartawan satelitriau.com yang dianiaya oleh ajudan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pekanbaru, Provinsi Riau.

"Peristiwa ini menjadi isyarat bagi kita untuk kian erat menjalin persatuan di kalangan pewarta
agar suara dan posisi tawar kita menjadi solid dan kuat di mata para pemangku kepentingan negeri ini
" kata Ketua Umum IWO Jodhi Yudono Rabu (19/4/2017).

Apapun yang terjadi, menurut Jodhi, sampai kapan pun kita akan melawan kekerasan terharap wartawan.

"Tetap semangat, bersatu dan senantiasa mewartakan kebenaran," pungkas wartawan senior kompas.com ini.

Dalam sehari kemarin, tindakan kekerasan dialami 2 orang wartawan. Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel, Salim Mamma, dikeroyok sejumlah oknum anggota Pomal di warkop 75, Jalan Satando, Makassar, sekitar pukul 12.30 Wita.

Kejadian bermula saat Salim Mamma dan beberapa rekannya sedang menikmati kopi di warkop itu. Tiba-tiba datang puluhan anggota Pomal dan melarang pengunjung warkop parkir di sepanjang itu.

Salim pun keluar dari warkop untuk memindahkan mobilnya dan melihat oknum anggota Pomal akan mengempeskan ban mobilnya. Salim mengatakan kepada anggota Pomal agar jangan dikempeskan karena akan memindahkan mobil tersebut.

Rupanya anggota Pomal tidak terima dan terjadilah adu mulut. Tiba-tiba oknum Pomal melakukan pemukulan terhadap Salim.

Akibat pemukulan itu Salim mengalami luka memar dan luka dibagian wajah. Bahkan Salim sempat pingsan saat dikeroyok. Akibat pemukulan itu, Salim mendapat perawatan di IGD RS Akademis Makassar.

Sementara Uparlin di gebuk oleh ajudan Kepada Dinas Dispenda Pekabaru lantaran mengabadikan mobil berplat B yang diduga milik Kepala Dinas pendatan Daerah. Akibat pemukulan Uparlin mengalami luka diwajah dan sudah melakporkan akaua itu ke Polsek Sukajadi dengan bukti laporan STPL/172/IV/RIAU/RESTA PKU/Polsek Sukajadi. (tan/ayu)