Kamis, 13 April 2017

Jatim Terus Perkuat Misi Dagang

Jatim, PenaOne - Upaya Pemprov Jawa Timur untuk meningkatkan pembangunan di sektor perdagangan terus dilakukan. Salah satunya terus memperkuat misi dagang, dengan cara meningkatkan perdagangan antar daerah melalui 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Soekarwo, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencanca Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur di Grand City, Surabaya, Rabu (12/4/2017)

Melalui KPD tersebut, lanjut Pakde Karwo sapaan Gubernur Jatim berbagai kegiatan dilakukan. Antara lain melalui promosi produk unggulan Jatim, temu bisnis dan transaksi dagang, support value chain komoditi dalam negeri, business aggregator dan market intelligent.

Dikutip jatimprov.go.id, pada tahun 2016 dilakukan 10 misi dagang yang bertujuan mempertemukan produsen dengan buyer secara langsung di beberapa daerah diantaranya Kep. Riau dengan nilai transaksi Rp. 51,5 miliar, Kalbar dengan nilai transaksi Rp 19 miliar, Jakarta dengan nilai transaksi Rp 661 miliar, Kaltim dengan nilai transaksi Rp 372,8 miliar, Sulsel dengan nilai transaksi Rp 99,7 miliar, NTB dengan nilai trasaksi Rp 216,3 miliar, NTT dengan nilai transaksi Rp 189,7 miliar, Maluku dengan nilai transaksi Rp 393,8 miliar, Sulut dengan nilai transaksi Rp 183,5 miliar.

Komoditi yang dibawa Jatim di antaranya beras, pupuk, buah dan sayur, bibit, produk olahan mamin, mesin, produk kerajinan. Pada tahun 2017 akan dilakukan misi dagang Jatim di Sembilan tempat diantaranya Jakarta, NTB, Kaltim, Kalsel, Sulteng, Sultra, dan Sumut.

“Diharapkan pada tahun ini angkanya semakin besar dibandingkan tahun lalu. , jelas Pakde Karwo.

Selain itu, Pemprov Jatim juga memperkuat perdagangan melalui Pameran Terpadu dengan komoditi unggulan seperti fashion, kerajinan, kulit dan produk kulit, perhiasan, alas kaki, kosmetik , logam, kayu, dan aksesoris. di beberapa wilayah. Pada tahun 2016 antara lain digelar di Medan dengan nilai transaksi sebesar Rp. 873 juta, Batam nilai transaksi sebesar Rp. 2,249 miliar, dan Jambi nilai transaksi sebesar Rp. 691,4 juta.

Daerah daerah lain seperti Bengkulu juga menjadi tujuan kegiatan Jatim dengan hasil transaksi sebesar Rp. 741,1 juta, Balikpapan sebesar Rp. 1 miliar, Banjarmasin sebesar Rp. 2,02 miliar, Mataram sebesar Rp. 624,2 juta, Kupang sebesar Rp. 1,38 miliar.Pada tahun 2017 akan di lakukan Pameran Terpadu serupa di 14 daerah, ungkapnya.

Pemprov Jatim juga melakukan pengembangan ekspor ke luar negeri diawali dengan peningkatan kualitas SDM IKM yang berorientasi ekspor dan standarisasi produk berorientasi ekspor.

Demikian pula, Pemprov juga melakukan promosi atau pameran skala internasional yang tentunay harus berkoordinasi dengan Atase perdagangan 23 negara dan Indonesia Trade Promotion Center di 19 negara.

Adapun Negara yang menjadi tujuan promosi diantaranya Rusia, Korea, China, Jerman, Ausralia, Vietnam dan Jepang. Kinerja perdagangan Jatim sendiri tiap tahunnya mengalami peningkatan khususnya ekspor antar daerah. Pada tahun 2016 kinerja perdagangan Jatim surplus Rp. 100,56 triliun. Untuk kinerja ekspor antar daerah dan luar negeri pada tahun 2016 mencapai Rp. 808,69 triliun dan imporluar negeri dan antar daerah mencapai Rp. 733,42 triliun. (Sti/yan)