Saturday, 1 April 2017

Kata Pak Cik Refli Harun Terlalu Textbook!

Sayid Junaidi Rizadi-dok
Jakarta, PenaOne - Wakil Sekjen DPP Partai Hanura Sayed Junaidi Rizaldi mengatakan, komentar yang dilontarkan Pakar Hukum Tata Negara Refli Harun terburu-buru.

Dalam dialog disalah satu TV swasta dengan Ketua umum Hanura Oesman Sapta Odang alias Oso, Refli Harun mengatakan, anggota DPD yang masuk ke partai merupakan manifestasi dari keputus-asaan.

“Penilain Refli itu terlalu dangkal, pantas saja Pak Oso mengatakan, Refli Harun tidak pernah di DPD. Ia hanya tahu DPD dari analisis kerja profesionalnya,” kata pria yang biada disapa Pak Cik ini menirukan Oso.

Menurut Sayid, sebagai inisiator berdirinya DPD, salah satu sistem bikameral hasil amandemen III UUD 1945,  Pak Oso memahami dengan baik persoalan-persoalan yang menjadi tantangan DPD. “Sebagai kamar yang mengurus aspirasi berdasarkan kepentingan daerah, bukan DPR yang menyuarakan kepentingan penduduk, saat ini DPD belum memiliki hak suara secara konstitusi. Jadi DPD kita seolah hidup segan mati ragu-ragu, laa yamutu wala yahya,” ungkap aktivis 1998 ini saat bercakap dengan Redaksi PenaOne.com Jumat (31/3/2017) malam.

Pak cik melanjutkan, Pak Oso bersama beberapa anggota DPD mengerahkan tenaga dan pikiran untuk menerobos kebuntuan ini, agar DPD memiliki kewenangan memperjuangkan kepentingan daerah setara kewenangan DPR.

“Jadi bukan kemudian ditanggapi langkah memasuki partai itu sebagai wujud keputus-asaan. Lalu kemudian, menganggap jalan yang tepat adalah amandemen, judicial review, dan sebagainya. Langkah amandemen itu tidak semudah membalik tangan, selain membutuhkan dukungan suara DPR, juga ada adagium, pasal yang sudah diamandemen, jangan diamandemen lagi karena itu bisa mengacaukan konstitusi,” katanya lagi.

Refli Harun, tambah Pak Cik, terlalu textbook. Sementara Pak Oso sebagai Wakil Ketua Umum MPR dari DPD RI mengalami langsung pergulatan sebagai wakil daerah selama ini.

“Jadi langkah-langkah Pak Oso itu merupakan hasil pendalaman selama berinteraksi di DPD. Lalu kemudian dengan beberapa anggota DPD beliau menginisiasi untuk masuk partai. Tujuannya jelas, memperbanyak dukungan dari fraksi-fraksi DPR untuk mendukung pemberian kewenangan DPD sebagai salah satu kamar MPR-RI,” papar pria yang pernah menjadi Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Riau periode 2010-2015 ini.

Penulis: Dwitanto