Kamis, 20 April 2017

Kekalahan Ahok-Djarot Bukti Mesin Jokowi Terbelah

Jakarta, PenaOne - Tersungkurnya calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 yang digelar kemarin membuktikan peta kekuatan relawan dan pendukung Jokowi-JK dalam Pilpres 2014 lalu terbelah.

"Pendukung Jokowi terbelah pada dukungan Pilkada Jakarta ini. Kekuatan relawan hingga Kabinet Kerja bentukan Jokowi hanya setengah hati mendukung pasangan Ahok-Djarot," kata Sekjend Rumah Gerakan 98 Sayed Junaidi Rizaldi dalam pesan singkat ke Redaksi PenaOne.com Kamis (20/4/2017).

Ia menilai, saat ini banyak sengkuni dalam barisan pendukung dan relawan Jokowi yang sudah menikmati pertarungannya pada Pilpres 2014 lalu.

"Jangan bicara normatif. Politik ini juga pertarungan,"  ujar Pak Cik sapaan akrab Sayed Juanidi Rizaldi.

Menurut Pak Cik, kekalahan Ahok dalam Pilkada ini menjadi momen penting untuk megevaluasi seluruh mesin pendukung Jokowi-JK dalam Pilres 2014.

"Ketika Pilkada Jakarta ini kalah, Jokowi harus berhitung betul menghadapi 2019," jelasnya.

Ia mendorong agar Jokowi menendang jajaran menteri yang saat ini masih mendua dalam hal loyalitas. "Para menteri yang masih mendua hatinya mending diganti," jelas dia.

Tak hanya Menteri, jajaran Komisaris BUMN, Direksi BUMN masih banyak terisi muka-muka lama. Sehingga, ink akan menimbulkan riak-riak kecil.

"Deputi Kementerian, Dirjen masih banyak kaki tangan rezm lama. Sekarang, mereka harus loyal pada siapapun yang jadi presiden," pungkas pria bertubuh gempal ini.

Dalam hasil hitung cepat atau qiuck count berbagai lembaga survei pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul dibandingkan Ahok-Djarot. (tan/bian)