Tuesday, 25 April 2017

Lantamal Tanjungpinang Bekuk 2 Kapal Kabur dari Malaysia

foto@aluia
Tanjungpinang, PenaOne - Tim  Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang Unit-1 Jatanrasla (kejahatan dan kekerasan dilaut)  berhasil membekuk 2 buah kapal tanker MT Brama Ocean (Berbendera Malabo) 314 GT dan MT Orca (Berbendera Fiji) 127 GT yang dilarikan dari tahanan APMM Agency Penguatkuasaan Maritim Malaysia dari Tanjung Penyusop Kota Tinggi Malaysia.

Peristiwa berawal APMM Malaysia mengirimkan berita kepada Komandan Lantamal IV jika kapal tangkapan APMM Malaysia MT Brama Ocean dan MT Orca telah hilang/dilarikan.

Kemudian laporan ditindaklanjuti Danlantamal IV Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno yang baru sehari menjabat Danlantamal IV memerintahkan Asintel Danlantamal IV untuk melaksankan pengumpulan data terhadap adanya kemungkinan MT Brama Ocean dan MT Orca berlayar masuk menuju perairan Batam, Bintan, Tanjung Balaikarimun.

foto@aulia
Selanjutnya, Dantamal memerintahkan Asops Danlantamal IV untuk menyiapkan unsur patroli dan membuat sektor penyekatan oleh unsur–unsur patroli diwilayah perairan Batam, Bintan dan Tanjung Balaikarimun terkait informasi tersebut.

"Asisten Operasi (Aops) Kolonel Laut (P) May Franky Sihombing dan Asintel (Asisten Intelijen) Kolonel Laut (E) Iwan S bergerak cepat mengumpulkan staf," kata Dantamal IV.

Selanjutnya dilaksanakan briefing kepada Perwira Staf Operasi dan intel serta tim penindak WFQR IV Unit 1 Jatanrasla untuk membuat perencanaan Operasi dan intelijen dalam pencarian terhadap MT Brama Ocean dan MT Orca di perairan Batam, Bintan dan Tanjung Balaikarimun.

Selanjutnya unsur-unsur patroli yang terdiri dari KAL Anakonda, KAL Mapor, Sea Rider dan 3 unsur Patkamla Satkamla Lantamal IV, setelah mendapatkan perintah penyekatan sesuai sektor penyekatan yang telah ditentukan langsung melaksankan aksi penyekatan diwilayah perairan Selat Riau, Utara Batam dan Selat Durian yang diperkirakan kedua kapal akan melewati daerah tersebut.

"Tidak mau kehilangan buruannya seluruh unsur patroli dan jaringan intelijen yang tergelar dilaut melaksanakan tugas disektor masing-masing," kata Ribut kepada wartawan Selasa (25/4/2017).

foto@aulia
Perburuan sang target operasi pun dilakukan. Akhirnya Tim WFQR 4 Lantamal IV pada hari Minggu 23 April telah menemukan titik terang keberadaan MT Brama Ocean dan MT Orca, yang melarikan dari tahanan Malaysia.

"Tim WFQR IV/ Unit 1 Jatanrasla bergerak cepat dengan menggunakan Sea Rider yang dipimpin langsung Asintel Danlantamal IV turun langsung dan on board melaksanakan penyesiran disekitar Tg Uma Batam," ujarnya.

Dari kejauhan lanjutnya, Sea Rider Unit 1 Jatanrasla melihat siluet kapal mini tanker mencurigakan berada di perairan Tanjung Uma Batam, selanjutnya Sea Rider Unit 1 Jatanrasla melaksanakan pendekatan menuju kapal mini tanker tersebut untuk melaksankan pemeriksaan, berbekal data-data kapal yang dikirimkan APMM Malaysia mempunyai kesesuaian dan kecocokan.

"Dari ciri-ciri kapal tangker tersebut mirip dengan informasi yang diperoleh dari APMM Malaysia namun beberapa bagian telah dicat untuk menghilangkan identitas kapal dan akhirnya dilaksanakan pemeriksaan kapal MT Orca," terang Ribut.

Saat dilaksanakan pemeriksaan posisi kapal sedang lego jangkar di perairan Tg Uma Batam dan diatas kapal terdapat 1 orang yang berinisial “M”.

Tim berhasil mengorek keterangan yang bersangkutan seluruh ABK berjumlah 6 org namun yang 5 org sedang turun ke darat, yangbersangkutan mengakui sudah 1 bulan berada di MT Orca pada saat masih berada diperairan Malaysia.

Saat dilaksanakan pemeriksaan masih menurut Ribut, ternyata MT Brama Ocean, sedang sandar pada MT Orca yang sedang lego jangkar, diatas kapal terdapat 4 orang yang terdiri dari 1 orang nahkoda dan 3 orang lainya adalah ABK dengan keterangan yang berinisial A jabatan nahkoda MT Brama Ocean, Jabatan Second Enginner yang berinisial “S”, Chief Officer MT Brama Ocean sedangkan dari hasil interogasi sementara terhadap 5 ABK MT Orca.

Pengakuan kelima orang tersebut merupakan nahkoda dan ABK kapal lama yg mengetahui permasalahan di kapal tersebut. Terkait penahanan kapal oleh APMM Malaysia lalu melarikan diri dengan menggunakan kedua kapal tersebut atas perintah “A” umur 30 thn merupakan WNI suku Jawa.

"Modus membawa kedua kapal yaitu MT Orca dan MT Brama Ocean tiba di perairan Tg Uma Batam pada hari Sabtu 22 April 07.00 Wib dengan cara MT Orca menggandeng MT Brama Ocean dari perairan Malaysia menuju perairan Tanjung Uma Batam," ungkapnya.

Hasil pengecekan fisik MT Orca dan MT Brama Ocean untuk nama kapal pada lambung kanan dan kiri haluan kapal telah dihilangkan dengan cara di cat warna hitam dan kelima orang yang masih diatas kapal menyaksikan pengecetan tersebut setibanya di perairan Tanjung Uma Batam.

"Sampai saat ini kedua kapal MT Orca dan MT Brama Ocean telah diamankan di Dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna proses lebih lanjut," demikian Ribut Eko Suyatno menjelaskan. (bian)

Penulis: Aulia