Rabu, 05 April 2017

MA Keliru Lantik Oso jadi Ketua DPD!

foto-net
Jakarta, PenaOne - Ketua Setara Institute Hendardi menegaskan, terpilihnya Oesman Sapta Odang (Oso) sebagai Ketua DPD bisa menghancurkan marwah wibawa lembaga itu sendiri.

Hendardi menilai, penghancuran sistematis wibawa dan supremasi hukum tengah terjadi di Indonesia saat ini. Kondisi ini kata dia, tidak bisa dibiarkan dan harus segera diselamatkan.

"Kalau dibiarkan akan berimplikasi serius pada kepercayaan publik terhadap institusi-institusi negara. Apalagi yang terjadi pada sidang DPD kemarin dipertontonkan penghancuran terhadap wibawa dan supremasi hukum," katanya dalam siaran elektoniknya kepada wartawan Rabu (5/4/2017).

Hendardi menilai, Mahkamah Agung (MA) sebagai lembaga peradilan tertinggi telah secara keliru dengan melantik Ketua baru DPD karena mengingkari putusan sendiri terkait Tata Tertib DPD yang mengatur masa jabatan pimpinan.

Untuk mengatasi sengkarut hukum ini, Hendardi mengusulkan kepada anggota DPD yang tidak setuju dengan pergantian kepemimpinan ini untuk mempersoalkannya ke PTUN atau mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum ke PN atas tindakan dan produk paripurna DPD.

"Dengan demikian, produk politik itu bisa diuji melalui proses hukum, yang seharunya bebas dari kepentingan politik," ujarnya.

Hendardi juga meminta kepada Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali untuk memberikan penjelasan kepada publik tentang sikapnya yang mendua dalam konflik antarfaksi di DPD.

"Ini untuk mencegah menguatnya ketidakpercayaan publik pada MA," ujarnya.

Hendardi mendesak untuk segera dirancang pembaruan UU MD3 yang mengatur kedudukan DPD secara lebih detail, termasuk pengaturan perihal keanggotaan DPD yang aktif di partai politik. (mr/han*)