Sabtu, 15 April 2017

Mantab, Deklarator Memilih Gubernur Muslim Dicokok Polisi

Jakarta, PenOne - Pria berinisial A dibekuk Polres Metro Jakarta Selatan lantaran dugaan tindak pidana penyebaran kebencian, ras, dan etnis, saat kegiatan deklarasi untuk memilih pemimpin muslim.

Pria itu ditangkap petugas Metro Jakarta Selatan di kawasan Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu, 9 April 2017.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Iwan Kurniawan, mengatakan pengungkapan kasus itu berawal dari banyak laporan masyarakat dan juga sempat menjadi viral di media sosial. Setelah itu, penyidik langsung melakukan proses penyelidikan dengan mengumpulkan alat bukti dan pemeriksaan keterangan saksi.

"Dari hasil proses penyelidikan itu kami melakukan gelar perkara dan akhirnya kami menemukan ada suatu peristiwa pidana di situ. Di mana peristiwa pidana itu suatu tindakan yang melanggar undang-undang khususnya Undang Undang nomor 40 Tahun 2008 yaitu penghapusan diskriminasi ras dan etnis," kata Iwan di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Setelah proses penyelidikan, penyidik langsung memeriksa keterangan pelaku yang merupakan deklarator memilih gubernur muslim berinisial A.

"Usai diperiksa, jawara, tokoh budaya, dan masyarakat, tersebut langsung ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan pada Rabu12 April 2017," ujarnya.

"Kemudian kami dapat mengamankan pelakunya saudara A. Kemudian yang bersangkutan kami lakukan pemeriksaan. Setelah itu kami tetapkan statusnya sebagai tersangka dan saat ini kami lakukan penahanan".

Iwan menjelaskan pernyataan tersangka saat deklarasi itu ada pernyataan tertentu yang diucapkan oleh tersangka A yang dianggap oleh penyidik bagian dari pernyataan yang melanggar undang-undang.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka disangkakan dengan pasal 16 juncto pasal 4 huruf b ayat 2 dan 3 Undang Undang RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun.

"Penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti rekaman, undangan kegiatan, flash disk dan surat perintah tugas anggota Polri yang melakukan pengamanan saat kegiatan tersebut,"   pungkas Kapolres. (net/tan)