Minggu, 30 April 2017

Menguji Konsistensi Hati Nurani

UNTUK dapat memahami secara lebih tepat kelahiran dan perkembangan Partai Hanura dalam kerangka perkembangan demokrasi di Indonesia perlu meletakkannya dalam sebuah konteks historis perjalanan reformasi di Indonesia.

Seperti kita ketahui gerakan reformasi yang di motori oleh mahasiswa setelah lebih dari 32 tahun hidup di bawah pemerintahan Orde Baru (Orba) yang bersifat otoriter. Seluruh lapisan nasyarakat menginginkan perubahan.

Semangat reformasi tersebut dengan cepat menyebar keseluruh pelosok tanah air. Masyarakat merasa dirasuki oleh semangat baru dan momentum baru. Angin reformasi tersebut melahirkan partai-partai baru yang tumbuh bak jamur di musim hujan.

Partai baru tersebut dan partai Hanura salah satu nya yang lahir beberapa tahun sesudah tahun 1998, tepat nya Partai HANURA lahir tahun 2006. Dari sejumlah partai-partai baru tersebut mengusung idioligi dan platform dengan pembahasan yang berbeda-beda tetapi semua nya dapat di kelompok kan dalam dua katagori yakni Partai yang berhaluan nasionalis dan religius.

Beberapa partai tersebut bahkan memadukan ke dua katagori nasionalis dan religius. Diantara lain partai yang berhaluan nasionalis - religius adalah Partai Demokrat dan Partai Hanura. Dalam isu-isu spesifik dalam bidang ekonomi misalnya hampir semua nya mengusung tagline "Ekonomi Kerakyatan".

Maka sangat sulit membedakan pmatform satu partai dengan partai lainnya. Mengingat hampir tidak ada perbedaan perjuangan politik antara partai politik tersebut. Partai Hanura sebenarnya memiliki keunggulan komparatif dibandingkan partai lain. Jualan partai Hanura yang paling bisa ditawarkan ke masyarakat adalah Hati Nurani itu sendiri.

Persoalannya apakah masalah Hati Nurani ini sudah tersosialisasi dan terinternalisasi secara maksimal di internal partai Hanura. Jika seluruh pengurus dan kader partai Hanura sudak memahami secara mendalam hakekat Hati Nurani, maka masalah tersebut tidak terlalu sulit untuk di masyarakat kan kepada Rakyat Indonesia.

Jika saja seluruh komponen keluarga besar partai Hanura sudah memahami dan menguasai tentang kehatinuranian maka tidak terlalu sulit untuk mengajak masyarakat mendukung partai Hanura. Sebagai entitas politik yang sangat tergantung pada aksebilitas publik, sebuah partai harus nya mampu menggelola dengan baik citra dan nama organisasi nya sehingga publik dapat melihat dengan jelas ke Khas an dan pendekatan baru yang ditawarkan partai Hanura dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

Selain itu, komitmen partai Hanura dalam memperjuangkan kepentingan rakyat akan menjadi bahan penilaian publik. Konsituen sekarang sudah makin cerdas dan kritis dalam menentukan pilihan politik di tengah era keterbukaan informasi. Jargon-jargon yang bombastis dan slogan-slogan kerakyatan tanpa bukti konkrit tidak akan efektif untuk mempengaruhi persepsi publik. Olehnya kader Hanura yang telah mendapat kepercayaan menjadi anggota legislatif apakah sudah maksimal dalam memperjuangkan aspirasi rakyat ?

Apakah Hati Nurani sudah dibuktikan dan di aplikasikan menghadapi persoalan rakyat yang di wakili?
Semua ini harus di evaluasi, sebab apa?  Bila tidak aspiratif terhadap persoalan rakyat maka bisa menjadi boomerang.  Stigma ini bisa menjadi senjata makan tuan (misalnya; katanya partai Hati Nurani, tapi wakilnya tidak berhati nurani ). Mudah-mudahan stigma ini tidak terjadi !!

Maka dari itu sengaja tulisan ini saya beri judul menguji konsistensi Hati Nurani partai Hanura dengan harapan bila terdapat hal-hal yang kurang dalam perjuangan politik partai Hanura, terutama dalam implementasi kehatinuranian maka segera dievaluasi sehingga memasuki Pemilu 2019, publik masih menaruh dan memberi kepercayaan kepada kader/Caleg partai Hanura.

Patut kita ingat dari sekian banyak partai yang berdiri di era reformasi, partai Hanura masih bisa mencapai PT. Sebagai partai politik kita bercita-cita menjadi the ruling party!!

Ayo kita optimalkan konsolidasi, jangan terjebak dengan persoalan teknis dan kekonyolan beberapa oknum yang hanya mencari keuntungan pribadi semata!!

Tulisan ini jangan diasumsikan atau dipretensikan ke arah negatif, saya hanya mau melihat partai Hanura besar di bawah kepemimpinan bang OSO (Oesman Sapda Odang).

Hanura !!   Bangkit !!!
Hanura !!    Majuuu !!!
Hanura !!    Menaaang !!!

Oleh: Djafar Badjeber Dewan Pembina Partai Hanura