Jumat, 28 April 2017

Menteri Diingatkan Jangan "Telikung" Presiden

Jakarta, PenaOne - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) diniali terus dirong-rong oleh para pembantunya di Kabinet Kerja yang telah didirikannya sejak 20 Oktober 2014 lalu.

Maka dari itu, Presiden Jokowi diminta menyingkirkan menteri Kabinet Kerja yang tidak solid dan tidak sejalan dengan program Nawacita pemerintahan Presiden Jokowi yang digeloraknnya selama ini.

"Mendukung Presiden Jokowi mengganti menteri atau mereshuffle kabinet yang jelas nyata tidak tunduk menjalankan kebijakan Nawacita secara maksimal," kata Bernard Ali Mumbang Sihaloho Ketua Umum Rumah Gerakan '98 dan Sayed Junaidi Rizaldi Sekjen Rumah Gerakan '98 dalam siaran pers yang diterima redaksi PenaOne.com Jumat (28/4/2017).

Menutut mereka, Presiden Jokowi tidak semata dihadapkan pada tantangan eksternal semata. "Tantangan internal dalam mengkonsolidasikan kabinet untuk menopang kebijakannya juga terus merong-rong," ujarnya.

Presiden Jokowi diharapkan dapat memastikan kinerja para pembantu presiden dapat memenuhi target program dan memberhentikan yang tidak mampu mencapai target.

Bahkan, dinami politik terus berputar dan upaya kudeta terhadap Presiden Jokowi kian santer terdengar. Kini segala cara ditempuh untuk menggulingkan Presiden Jokowi.

"Termasuk penggunaan kelompok  kelompok garis keras sebagai senjata dan demonstrasi termasuk dengan kasus Ahok sebagaimana artikel yang ditulis oleh Allan Nairn dalam acara wawancara di Democracy Now," tegasnya.

RG '98 meningatkan agar Presiden Jokowi selalu waspada dan mengkonsolidasikan barisan pendukung terutama menjelang pemilihan Presiden 2019.

"Presiden Jokowi harus menindak tegas bawahannya yang tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah," demikian mereka menjelaskan. (jaka)