Kamis, 06 April 2017

Mitos atau Fakta, Dilarang Keramas Pasca Melahirkan

Jakarta, PenaOne - Pada saat kehamilan maupun setelah bersalin, tidak jarang muncul beberapa pertanyaan seputar masalah rambut. Rambut memang merupakan mahkota kecantikan bagi kaum perempuan. Tidak heran jika ada masalah muncul pada rambut biasanya Anda akan berusaha segera mungkin mencari solusinya. Namun, apakah benar ibu yang baru melahirkan dilarang keramas setelah melahirkan? Ini mitos atau fakta?

Pandangan dari sisi kesehatan mengenai larangan keramas setelah melahirkan

Sama seperti pada masa sebelum kehamilan, saat hamil dan bersalin pun rambut tetap memerlukan perawatan yang baik. Minimal Anda harus mencuci rambut secara teratur, jika keringat Anda berlebih, hal ini bisa dilakukan setiap hari.

Namun, benarkah bahwa setelah melahirkan, ibu tidak boleh keramas atau mencuci rambut dulu sampai 40 hari?

Tentu ini tidak benar. Setelah bersalin, ibu hamil justru harus tetap menjaga kondisi kesehatan rambut. Mencuci rambut atau keramas boleh dilakukan kapan saja, dengan catatan ibu setelah bersalin dalam kondisi sehat dan tidak mengalami gangguan  komplikasi, misalnya mengalami perdarahan, anemia, atau hipertensi.

Dari sisi medis, tidak ada efek negatif dari tindakan keramas setelah proses persalinan. Namun tentunya keramas harus disesuaikan dengan kondisi ibu setelah melahirkan. Setelah persalinan caesar, ibu umumnya diperbolehkan untuk bergerak secara bertahap; dimulai dengan memiringkan badan kanan dan kiri, duduk, berdiri, dan kemudian berjalan, sehingga keramas baru dapat dilaksanakan jika sudah memungkinkan.

Perlu diingat, jika terdapat luka jahitan pada bagian tubuh manapun setelah persalinan (baik jahitan pada vagina maupun di perut akibat operasi caesar), sebaiknya dijaga agar tetap bersih dan kering.

Jika lembab karena basah akibat mandi, segera minta tolong pada perawat untuk menggantinya dengan yang baru.

Saran untuk ibu yang baru melahirkan jika ingin keramas

Jika ingin keramas setelah melahirkan, terutama setelah mengalami perdarahan, jangan keramas sendiri di kamar mandi tetapi mintalah bantuan perawat, bidan, atau keluarga untuk membantu mencuci rambut. Dikutip hellosehat, bayangkan bila tidak dicuci 40 hari, selain bau keringat dan mungkin terkena  darah, rambut pasti akan jadi sarang kuman.

Kuncinya adalah Anda sendiri yang tahu bagaimana kondisi tubuh Anda pasca melahirkan dan mengetahui apa yang Anda butuhkan. Yang paling penting, jangan memaksakan diri.

Bagaimana jika rambut rontok setelah melahirkan?

Jika Anda mengalami rambut rontok setelah melahirkan, ingatlah bahwa ini normal terjadi pada banyak ibu hamil, dan hal ini hanyalah bersifat sementara saja. Kabar baiknya adalah, setiap ada rambut yang rontok, akan ada rambut baru yang tumbuh.

Sementara itu, Anda bisa mempercepat pertumbuhan rambut baru dan mengurangi kerontokan rambut dengan cara memberinya nutrisi dari dalam, dengan zat gizi berikut ini:

Biotin, seperti daging, kacang kering, biji-bijianB6, seperti daging, kacang-kacangan, biji-bijianAsam omega 3, seperti salmon, biji-bijian, kacang makadamia, kenariTembaga, seperti biji-bijian, buah kering, almond, sayuranZinc, seperti biji-bijian, sayuran, daging, makanan laut. (nah)