Selasa, 11 April 2017

NU Bukan Organisasi Abal-abal, Proges 98 Diminta Taubat


Jakarta, PenaOne - Ocehan Ketua Progres 98 Faisal Assegaf soal Nahdlatul Ulama (NU) yang memberikan dukungan kepada calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama-Dajrot Saiful Hulidayat (Ahok-Djarot) ditanggapi nyinyir oleh rekan sesama aktifis 98.

Juru Bicara (Jubir) solidaritas aktifis 98 Aznil menilai ocehan yang dilontarkan Faisal itu hanya fitnah belaka. Bahkan, ocehan itu bisa menyakiti kaum Nahdiyin secara umum.

"Sebaiknya Tabayyun dulu sebelum komentar," ujar Aznil dalam siaran pers Selasa (11/4/2017) malam.

Aznil menjelaskan, NU bukan ormas abal-abal yang diisi oleh orang-orang karbitan. Bahkan, Azil menilai, sangat jauh beda dengan  forum yang dimiliki  Faizal. Dimana forum itu tidak jelas dan hanya diatas kertas.

"NU lahir sebelum kemerdekaan adalah ormas terbesar di Indonesia. NU sudah banyak melahirkan tokoh-tokoh besar nasional yang sudah teruji dan miliki andil besar terhadap Republik ini," ujarnya.

Begitu juga peran NU lanjut Aznil, di kancah internasional dalam perdamaian dunia sudah tidak diragukan lagi keberadaannya.

"NU itu tidak mungkin menolak tamu yang datang. NU itu tidak boleh memberikan dukung mendukung karena itu khitoh NU," papar  Aznil.

Aznil meminta agar Faizal bertobat nasuha dan segera meminta maaf ke NU secara terbuka. "Tak elok ada teman aktifis 98 mengatasnamakan  98 untuk menuduh NU serendah itu. Ini bisa merusak perjuangan 98 dengan menyebut  NU adalah ormas bayaran," demikian Aznil menjelaskan.

Sebelumnya, Faisal Assegaf menuding sejumlah elit NU yang mendukung Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI Jakarta hanya bualan. Ia juga menuding dukungan yang diberikan NU tidak gratis. (bian/tan)