Saturday, 22 April 2017

Raibnya Kapal Tangkapan TNI AL Jadi Buronan Interpol

Tanjungpinang, PenaOne - Hilangnya kapal Chuang Hong 68 berbobot 8.352 GT yang  tertangkap TNI AL saat sedang Lego jangkar diperairan Tarempa  Kabupaten Anambas Provinsi Kepulauan Riau Kamis (14/4) pukul 14.30 Wib menjadi buronan Interpol.

Hal itu disampaikan Taufiqoerrochman Wakil Kepala Staf TNI AL (Wakasal) saat jumpa pers bersama Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan dijalan Widya Chandra, Jakarta, Jumat (21/4/2017) kemarin.

Kaburnya kapal jenis hopper dredger atau kapal keruk itu membuat heboh. Pasalnya, kapal ukuran besar itu kabur entah kemana .

Kronologis TNI Angkatan Laut (AL) sempat menangkap kapal jenis hopper dredger atau kapal keruk dengan nama Chuan Hong 68.

Kapal yang diindikasi tengah melakukan pengangkatan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) tersebut berhasil meloloskan diri ke perairan Internasional.

"Dugaan sementara kapal bergerak ke utara Tarempa. lokasi penangkapan berada di koordinat 02 derajat 38’ 180” N – 150 derajat 13’ 460” E atau di sebelah barat Pos AL Jemaja Letung di sekitar Pulau Damai," ungkap Jenderal Bintan tiga.

Penangkapan bermula dari informasi nelayan sekitar yang mencurigai aktivitas kapal di perairan sekitar Kepulauan Anambas.

Berdasarkan informasi tersebut, TNI AL mengerahkan kapal patroli dengan ukuran kecil dengan 4 orang personil.

Lalu personil TNI AL berhasil mengamankan 20 ABK kapal.

Selanjutnya para ABK tersebut diamankan ke Pos Angkatan Laut yang berada di Pulau Tarempa dan Jumaja dengan pengawalan 3 personil TNI AL.

Sementara itu, TNI AL menyisakan satu orang personil yang ditugaskan menunggu kapal tersebut bersama nelayan di perahu pom-pong.

Namun sayang, saat tengah menunggu di malam hari, cuaca buruk datang. Dalam kondisi ini kapal Chuan Hong 68 berhasil meloloskan diri.

Sehingga saat KRI TNI AL tiba pada pukul 23.30 WIB, kapal tersebut sudah tidak ada di lokasi.

"Kita amankan orangnya dengan laporan awal tidak ada lagi orang di sana dan nahkoda sudah turun, KRI ke sana untuk mengamankan itu, ternyata ketika KRI sampai kapalnya sudah tidak ada, ada kemungkinan dia ada antisipasi sehingga bisa bawa kabur," papar Wakasal.

Hingga saat ini, TNI AL telah mengerahkan 2 pesawat dan 4 KRI guna melacak keberadaan kapal tersebut. Namun diprediksi, kapal berbobot 8.352 GT tersebut telah melewati perairan internasional. (bian)

Penulis: Aulia