Monday, 3 April 2017

Rekonstruksi Pembunuhan Siswa Taruna Digelar Hari Ini

Magelang, PenaOne -  Kepala Polres Magelang Ajun Komisaris Besar Hindarsono mengatakan, hari ini, Senin 3 April 2017, diagendakan rekonstruksi kasus pembunuhan Kresna Wahyu Nurachmad, siswa SMA Turuna Nusantara. Rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi pada Jumat, 31 Maret 2017, itu guna melengkapi berkas pemeriksaan terhadap pelaku.

Menurut Hindarsono, rekonstruksi mengundang pihak kejaksaan. "Rekonstruksi dilakukan 3 April pada jam kerja," kata Hindarsono.

Pada Sabtu, 1 April 2017, kepolisian mengumumkan tersangka kasus itu adalah AMR.

Kepolisian menerapkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 340 juncto Pasal 338 KUHP dalam penanganan kasus tersebut. Sesuai dengan Undang-Undang tentang Peradilan Anak, pelaku yang juga masih di bawah umur telah ditahan di ruang tahanan anak Markas Polres Magelang untuk waktu 7 hari.

Pada Minggu siang, 2 April 2017, pihak keluarga korban mendatangi makam Krisna di Pemakaman Umum Giriloyo Kota Magelang untuk berdoa. Paman korban, Brigadir Jenderal TNI Dudung Abdurahman, mengatakan bahwa pihak keluarga meminta penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada tersangka.

Kresna dibunuh oleh AMR dengan menggunakan pisau yang dibeli dari salah satu pusat perbelanjaan di daerah setempat. Korban ditemukan oleh pamong barak 17 SMA Taruna Nusantara Kabupaten Magelang pada pukul 04.00 WIB dalam kondisi bersimbah darah karena luka dalam di bagian leher. "Supaya dihukum seberat-beratnya," kata Dudung dikutip tempo.co.

AMR merupakan kawan sebarak Kresna. Meski masih di bawah umur di bawah 18 tahun namun secara hukum AMR akan dijerat oleh pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

"Pasal yang digunakan adalah pembunuhan dan UU perlindungan anak" kata Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono dalam penjelasannya, Sabtu, 1 April 2017. (nat)