Rabu, 24 Mei 2017

3 Tempat Dugem di Pekanbaru Dirazia Malam Tadi

foto@Polresta Pekanbaru
Pekanbaru, PenaOne - Polresta Pekanbaru menggelar razia 3 tempat hiburan malam dalam rangka menjelang datangnya bulan suci Ramadhan malam tadi Selasa (23/5/2017).

Razia kesejumlah tempat hiburan malam itu dipimpin oleh Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Supriatna Priadinata.

foto@Polresta Pekanbaru
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto, melalui Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Supriatna menjelaskan razia ini dilakukan untuk menekan angka kriminalitas di kota Pekanbaru. Selain itu, untuk menjamin keamanan kota Pekanbaru menjelang bulan suci Ramadhan.

"Sebanyak 200 personil gabungan yang terdiri dari personil Polresta Pekanbaru,  personil Polsek Jajaran Polresta Pekanbaru dan personil Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru kita libatkan dalam razia ini," kata dia kepada wartawan Rabu (24/5/2017).

Dalam razia kali ini lanjutnya, dibagi menjadi tiga tim. Tim pertama lanjutnya, melakukan razia di tempat hiburan MP Internasional di Jalan Jend.  Sudirman-Pekanbaru.

foto@Polresta Pekanbaru
Hasilnya, dari hasil pemeriksaan petugas mengamankan sekitar 19 (sembilan belas)  pengunjung.

"Dimana 15 diantaranya positif mengkonsumsi narkoba, 3 tak memiliki KTP, serta 1 orang laki laki bernama Yasrizal alias Rizal ada menguasai/menyimpan 1 (satu)  butir pil warna merah muda diduga ekstasi dalam kotak rokok miliknya," kata Wakapolres.

Tim ke 2 masih menurut Wakapolres, kami merazia Paragon KTV di Jalan Sultan Syarif Qasim Kec. Limapuluh, Pekanbaru. Ditempat ini petugas melakukan pemeriksaan 8 orang pengunjung dimana 3 diantaranya tidak memiliki KTP.

Sedangkan untuk tim 3 dengan sasaran XP Club yang ada di Jalan Jenderal Sudirman depan pasar buah Pekanbaru. Disini petugas melakukan pendataan terhadap pengunjung Gelper yang ada disana sebanyak 17 orang dan diketahui 2 orang tidak memiliki KTP.

"Pengunjung yang urine nya positif mengandung narkoba,  maka Polresta Pekanbaru akan berkoordinasi dengan BNN Kota Pekanbaru untuk melakukan assesmen guna mengetahui tingkat ketergantungan mereka dan agar mereka dapat memperoleh rehabilitasi," tambahnya. (tan/bilal)