Rabu, 10 Mei 2017

Bejat, 2 Remaja Setubuhi Anak SD Didepan Kakak Kandung

ilustrasi
Bali, PenaOne - Dua orang siswa SMA di Jembrana ditangkap setelah dilaporkan telah menyetubuhi anak dibawah umur, berinisial NND (14) siswa SD yang tinggal di salah satu rumah kos di kelurahan Banjar Tengah, Negara.

“Persetubuhan anak dibawah umur ini baru dilaporkan Sabtu lalu,” kata Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak Agustinus Sooai Selasa (9/5/2017).

Pertama NND disetubuhi Nro,16, siswa kelas X salah satu SMA di Jembrana asal Kelurahan Banjar Tengah, Negara pada Senin (13/2/2017) lalu.

Saat itu Nro datang ke tempat kos NND sekitar pukul 01.00 bersama temanya GV (16) asal Loloan Timur. Sesuai intruksi NND, agar tidak diketahui oleh ibunya yang tinggal di kamar depan, Nro, merangkak masuk melalui pagar belakang. Setelah berhasil masuk kamar, Nro bersama GV beralasan numpang tidur.

Selain NND didalam kamar saat itu ada GB (15) kakak NND yang masih duduk disalah satu SMA di Jembrana. Nro bersama NND kemudian bermesraan yang dilanjutkan dnegan hubungan suami istri. Namun sebelum melakukan persetubuhan NND meminta Nro memakai kondom.

Anehnya, GB justru membiarkan adiknya melakukan persetubuhan dengan Nro disebelahnya dan ditonton juga oleh GV. Setelah sekitar setengah jam, persetubuhan kedua anak dibawah umur itu selesai. Nro dan GV lalu pamit pulang.

Persetubuhan kedua dilakukan oleh pelaku berinisial LP (19) siswa SMA kelas XI asal Kelurahan Banjar Tengah, Negara, tiga hari kemudian. Saat itu LP, sekitar pukul 02.00 disuruh datang kekamar ND juga melalui pagar belakang yang diantar oleh pelaku Nro dan GV.

Setelah sampai dikamar, Nro, GV bersma kakak korban GB keluar dan meninggalkan LP dan NND dikamar berdua. Mereka lalu ngobrol berdua diatas tempat tidur dan saat LP mengajak bersetubuh, NND sempat menolak karena dia punya pacar.

Namun LP berhasil meyakinkan sehingga, dia berhasil menyetubuhi NND. Bahkan NND mau membukakan kondom untuk digunakan LP. Setelah persetubuhan itu selesai Nro, GV dan GB datang lalu LP pamit pulang bersama kedua temanya itu.

 Dari laporan JSL, ibu NND yang berasal dari Kedonganan, Badung itu, pelaku Nro, berhasil ditangkap. Setelah dikembangkan kemudian plaku kedua yakni Lp juga dibekuk. Saat ini kasus persetubuhan dibawah umur itru masih diproses unit PPA Polres Jembrana.

Karena keduanya masih bersekolah, salma proses penyidikan meeka dikenakan wajib lapor. Atas perbuatanya itu Nro dan Lp dijerat pasal 81 UURI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan aminimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

“Kami menyesal telah melakukan perbuatan itu,” ujar kedua pelaku seperti dikutip balipuspanews.com. (parlin)