Jumat, 19 Mei 2017

Djafar: Parpol Jangan Semburkan Minyak Tanah dalam Bara

Djafar Badjeber
Jakarta, PenaOne - Banyak kalangan memprediksi pasca Pilkada DKI putaran ke 2 suhu politik akan menurun. Namun, prediksi itu ternyata meleset.

Justru, yang terjadi adalah situasi bangsa malah menjadi-menjadi. Lebih panas dan cenderung sudah mulai tidak terarah karena seperti ada yang tidak siap kalah dalam pertarungan politik.

"Keadaan semakin panas diikuti kiriman kembang, bakar lilin, nasi tumpeng dan membuat demo," kata Ketua Umum Forum Komunikasi Solidaritas Bangsa Indonesia (FOKOSBI) Djafar Badjeber saat berbincang dengan Redaksi Jumat (19/5/2017).

Djafar mengatakan, mencermati suasana bangsa seperti itu kemana Partai Politik (Parpol) saat ini. Kok gak kelihatan perannya pada hal situasi sudah demikian "panas"!

"Parpol dan elemen lain punya tangggung jawab moral untuk berkontribusi menenangkan suasana.  Parpol harus tampil terdepan untuk mempersatukan semua komponen bangsa," ujar mantan anggota MPR RI ini.

Djafar melanjutkan, saat ini masih terlihat beberapa oknum Parpol bukan menurunkan suhu politik tapi malah menyemburkan minyak tanah sehingga suasana suhu politik tetap masih membara.

"Sudahilah ketegangan ini. Mari rapatkan barisan untuk persatuan nasional," tegas pria yang kini duduk sebagai Komisaris di salah satu perusahaan plat merah ini.

Sekalipun Presiden sudah mengundang tokoh lintas agama tanggal 16 Mei 2017 lalu, lanjut Djafar, itu bukan jaminan bahwa situasi akan kondusif. Apalagi kalau hasil silaturrahmi tersebut tidak disosialisasikan ke rakyat.

"Presiden harus dibantu  oleh tokoh agama, parpol dan komponen bangsa Indonesia. Polri harus juga adil dan bijaksana. Tidak boleh pilih kasih atau tebang pilih. Sikap Polri harus netral sesuai dengan mottonya Polri melindungi dan melayani," jelas Djafar.

Dirinya khawatir jika terjadi pembiaran atas situasi ini akan terjadi konflik horizontal ditengah masyarakat.

"Siapa yang harus disalahkan jika terjadi perpecahan. Ini tidak boleh terjadi," pungkas mantan politisi Partai Persatuan Pembanguan (PPP) ini sembari mengatakan FOKOSBI sudah berdiri sejak tahun 1998. (tan/bilal)